BEKASI – Direktur Inkubator Pentahelix Kota Bekasi, Drs. Yusrodi, Cipto Hadi Pranoto, M. Si. mengungkapkan bahwa Inkubator Pentahelix memiliki tujuan utama meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam rangka membangun Kota Bekasi menuju status smart city, cerdas, hijau, dan sejahtera.
Inkubator Pentahelix terdiri dari lima unsur. Yakni, Pemerintah Kota Bekasi, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Komunitas, dan Media.
“Dengan kolaborasi lima unsur ini, misi kami adalah menciptakan SDM yang mumpuni untuk memajukan Kota Bekasi menuju sebuah kota yang cerdas dan sejahtera. SDM merupakan kunci utama bagi kemajuan Kota Bekasi,” ungkap Yusrodi.
Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh Inkubator Pentahelix untuk mewujudkan tujuan mulia mereka. Salah satu kegiatan awal adalah seminar kewirausahaan yang melibatkan 50 perguruan tinggi di Bekasi, bekerja sama dengan Disnaker Jawa Barat, dan berbagai pihak terkait lainnya.
Pada seminar ini, berbagai materi dibawakan oleh perwakilan dari Kadin, pemerintah, UMKM, dan tenaga kerja, memberikan wawasan dan inspirasi kepada para peserta.
Selanjutnya, Inkubator Pentahelix juga menggelar kegiatan “Drop Box Sampah Digital” yang inovatif.
Di mana sampah plastik berbentuk minuman yang dikumpulkan oleh anak-anak lingkungan sekolah dikonversi menjadi tabungan berharga, seolah-olah sampah itu menjadi emas. Keberhasilan kegiatan ini menarik minat para pelajar, yang kini berlomba-lomba dalam membuang sampah plastik untuk mendapatkan tabungan berharga.
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, Inkubator Pentahelix juga berkolaborasi dengan Kabupaten Bekasi untuk membuka pertanian menggunakan polybag, sehingga masyarakat dapat belajar menanam dan berkontribusi dalam wirausaha tanaman.
“Para masyarakat belajar di situ belajar menanam sebagai salah satu kontribusi untuk wirausaha tanaman. Kegiatan ini berkaitan juga dengan Kampus Merdeka,” terangnya.
Dalam bidang hemat energi dan ramah lingkungan, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Disnaker turut serta dalam upaya edukasi pemuda dari 12 kecamatan dan 56 kelurahan di STMIK Pranata Indonesia yang berada di Rawalumbu.
Di sana, Inkubator Pentahelix juga meresmikan Pentahelix di kampus tersebut, sebagai langkah nyata dalam mengembangkan kegiatan kampus berbasis industri dengan kerjasama universitas seperti Universitas Bina Insani, STMIK Pratama Indonesia, STT Bina Tunggal, STIE Mulia Pratama, dan STIE Mercusuar.
Sebagai upaya untuk memperkenalkan dunia transportasi modern, Inkubator Pentahelix berencana mengundang 300 mahasiswa untuk mengenal lebih dekat tentang LRT (Light Rail Transit). Kegiatan tersebut dijadwalkan untuk diadakan setiap 3 bulan guna terus menciptakan warga Bekasi yang cerdas dan sejahtera.
Tidak ketinggalan, Inkubator Pentahelix juga aktif dalam membantu masalah UMKM dengan kolaborasi bersama Astra dan FIF Group, serta melibatkan dinas koperasi dan industri lainnya, guna memberikan dukungan bagi kemajuan perekonomian wilayah. (*)






