oleh

Peringati Hari Museum, Disbupora Kabupaten Bekasi Gelar Beragam Kegiatan di Gedung Juang 45 Tambun

 

BEKASI ~ Peringati Hari dan Pameran Museum, Dinas Budaya Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi gelar beragam acara. Diantaranya bazaar food, fashion, penampilan group band, kunjungan museum, pameran, dan juga door prize. Acara yang digelar di Museum Bekasi Gedung Juang 45 Jl. Sultan Hasanudin Desa Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan itu dibuka secara resmi oleh Sekdin Disbudpora Junardiana Rosatijawan ST, M.M, Jumat (01/12/23).

Dalam sambutannya, Junardiana mengungkapkan. Pada hakekatnya museum seni dan budaya merupakan sebuah kolaborasi secara hakiki.

“Kolaborasi yang hakiki merupakan sebuah embrio yang dapat melahirkan museum edukasi memikat imajinasi, menjaga warisan sejarah, budaya, dan seni tatanan suatu Bangsa. Kemudian tumbuh dan berkembang secara alami hingga akhirnya bermuara pada timbulnya sosok insan yang berkualitas, kreatif, dan inovatif pada setiap aktifitas,” ungkapnya.

Selain itu, nilai positif yang konstruktif juga dapat terbangun dalam lingkungan kehidupan sosial yang ada. Hari dan pameran Museum Kabupaten Bekasi merupakan kegiatan postif dan memilki tujuan sangat strategis yaitu menyelamatkan pusaka budaya daerah.

“Kegiatan ini kali pertama kita adakan di tahun ini. Alhamdulillah, antusias masyarakat juga lumayan tinggi, jadi semangat kami untuk tahun depan akan lebih meriah lagi. Artinya ini akan menjadi agenda rutin Disbudpora. Sebelumya kita sudah mempunyai museum digital gedung juang ini, dengan adanya event di sini, semoga makin banyak pengunjung di Gedung Juang,” ujar Junardiana.

Sementara itu, Kabid budaya Reza Nur Alam SH, M.M mengatakan selain menyajikan seni dan budaya di Hari dan Pameran Museum, kedepannya Museum Bekasi Gedung Juang juga akan dilengkapi. Agar semakin banyak pengunjung yang datang.

“Ya kami kedepannya akan membagun kembali untuk mengisi museum dengan benda-benda purbakala, selain mempunyai nilai sejarah juga menjaga cagar budaya. Karena banyak juga situs-situs buni yang sudah hilang, jadi kalau mereka mau bisa di simpan di sini. Selain kita jaga dan rawat, yang terpenting tadi, nilai sejarah itu,” katanya.

Reza juga berharap agar masyarakat Kabupaten Bekasi datang ke Museum Bekasi agar sedikit banyak mengetahui sejarah Bekasi.

“Kami mengharapkan masyarakat di Kabupaten Bekasi berkunjunglah ke Gedung Juang. Selain untuk lebih tahu sejarah, ini juga bisa jadi kebanggan buat masyarakat. Karena kita punya tradisi yang tidak boleh dilupakan, dan kita punya sejarah yang patut dibanggakan.” Pungkasnya.

Kegiatan Hari dan Pameran Museum berlangsung selama dua hari yaitu dari Tanggal 1- 2 Desember 2023. Dan dìbuka untuk umum secara gratis.
(CP/red)