Dilema Profesi Guru

By tarmin 27 Apr 2021, 22:02:00 WIB

Dilema Profesi Guru

Oleh Ayung Sardy Dauly Sekretaris BPMS Kota Bekasi

Disatu sisi diharapkan menjadi orang yang di Gugu dan di Tiru, di satu sisi kesejahteraan dan keadaan mereka tidak ada yang memperhatikan.

“Dalam kondisi normal saja tak jarang guru yang harus mengojek setelah pulang mengajar atau membawa dagangan cemilan kesekolah untuk sekedar menambah kebutuhan hidup yang semakin meningkat apalagi di kota Metropolitan seperti Bekasi. “

Tak jarang juga guru-guru Teknik menjadi Diktator (Jual Diktat Beli Motor) karena jika hanya mengharapkan penghasilan apalagi sebagai guru honor boro-boro kebeli motor. Sangat miris memang di satu sisi mereka di suruh profesional disisi lain penghasilan mereka tidak diperhatikan. Padahal kita sebagai orang tua banyak menggantungkan harapan kepada guru, walaupun ada orang tua yang berprofesi sebagai guru malah kadang lebih mengutamakan anak didiknya dibanding anak sendiri, tapi jika ada sedikit kekeliruan guru dalam mendidik siswa, orang tua tak segan-segan mempidanakan atau mengKomnasham kan.

miris Memang.....!!!

Jika ada kejadian insiden tawuran tetap guru/sekolah yang dicari walaupun kejadian tengah malam... Jika ada guru yang memperjuangkan haknya yang tidak ditunaikan walaupun sudah dijanjikan dianggap tidak etis dan di suruh kembali ke kelas padahal saat ini siswa tidak ada dikelas.

Guru disebut Pahlawan tanpa tanda jasa padahal tanpa guru tak ada Pahlawan masa kiniSesungguhnya profesi di dunia ini hanya ada 2 :

1.Guru

2.Selain Guru

untuk Profesi selain guru ditentukan juga oleh guru. Memang berat tugas guru dan lebih berat lagi beban hidupnya. Organisasi profesi guru yang ada belum mampu menjembatani /memfasilitasi kepentingan guru dan tidak mengherankan masing – masing komunitas membuat wadah untuk memperjuangkan kepentingannya. Siapa yang akan memperjuangkan

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment