Rapat Kerja K3S Rawalumbu Bahas Program Asistensi dan Digitalisasi Pendidikan

Drs  Karju Hasan Syafei,M.Si

BEKASI – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Rawalumbu menyelenggarakan rapat kerja (raker) rutin di SDN Pengasinan III, Selasa (23/1/2024). Raker
ini membahas asistensi dan digitalisasi pendidikan.

Kepala SDN Pengasinan II sekaligus Ketua K3S Rawalumbu, Karju Hasan Syafei, memimpin rapat yang membahas sejumlah agenda penting.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah Asistensi yang akan dimulai pada 24 Januari 2024, berlangsung selama 11 hari kerja secara maraton di lantai 3 Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi. Rapat ini menjadi wadah untuk merinci program asistensi dan agenda yang akan dilaksanakan di tahun 2024.

“Kita persiapkan penyusunan program dan penyelarasan antara program dan keuangan menjadi fokus pembahasan,” ucapnya.

Program-program tersebut terkait dengan peningkatan mutu pendidik dan tenaga pendidikan, yang telah disusun dan dimasukkan ke dalam program-program sekolah.

Dalam konteks digitalisasi pendidikan yang dicanangkan oleh Disdik Kota Bekasi, Karju menyampaikan bahwa pelayanan secara digital sudah dimulai, tetapi masih menghadapi keterbatasan tenaga ahli di bidang digitalisasi. Beberapa proses digitalisasi seperti pengisian PMM dan e-kinerja sudah dimulai, namun tantangan terkait sumber daya manusia masih menjadi kendala.

“Tetapi kita mengarah ke digitalisasi secara pelayanan dan pengajarnya,” ucapnya.

Karju juga menyoroti pentingnya aplikasi digital dalam proses perpindahan siswa antar sekolah. Dalam upaya ini, partisipasi dan persetujuan orangtua menjadi kunci, dan meskipun masih dalam tahap pembelajaran, sekolah sedang mempersiapkan semua yang diperlukan.

Pihak sekolah menyambut baik program digitalisasi sebagai solusi untuk mengurangi beban orangtua yang tidak perlu repot-repot ke sekolah. Ini diharapkan dapat menghindari penumpukan di sekolah. Selain itu, mereka mendukung program Disdik untuk peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan melalui seminar dan kegiatan peningkatan kompetensi guru.

“Program digitalisasi dari Dinas Pendidikan, para sekolah sangat mendukung dan juga program dari Disdik program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan melalui dari banyak seminar dan kegiatan peningkatan kompetensi guru,” ungkapnya.

Rapat juga membahas kekurangan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, tidak hanya terjadi di Bekasi tetapi mungkin juga di seluruh Indonesia.

Karju menyoroti kebutuhan guru yang semakin meningkat. Ia berharap agar pengangkatan guru honor dilakukan secara selektif sesuai dengan kompetensi, dengan harapan pemerintah daerah dan pusat membuka kembali lowongan menjadi guru untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Saya berharap pemerintah daerah dan pusat membuka kembali lowongan menjadi guru, karena di Bekasi Perwal 2016 belum dirubah sehingga kepala sekolah kebingungan mau mengangkat guru honor bertabrakan dengan Perwal,” ujarnya.

“Kalo tidak mengangkat pembelajaran tidak berjalan lancar bahkan tidak mengajar. Pemangku kepentingan segera mengambil kebijakan untuk mengangkat guru untuk ditempatkan di sekolah sekolah yang membutuhkan,” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *