Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar Puncak Aksi Bersih Sampah dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2026 yang berfokus pada penanganan dan pembersihan titik sampah liar di wilayah Kabupaten Bekasi.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran kegiatan Puncak Aksi Bersih Sampah tersebut berada di Jalan Tanggul Pelaukan perbatasan antara wilayah Desa Sukaraya dan Desa Karangrahayu Kecamatan Karangbahagia, pada Kamis, (12/02/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, menyampaikan lokasi tersebut dipilih sebagai salah satu sampel penanganan karena merupakan jalur perlintasan yang cukup strategis dan masih ditemukan timbunan sampah.
“Hari ini dalam rangka HPSN 2026, kami mengambil sampel untuk pembersihan sampah di salah satu titik di wilayah ini yang menjadi perlintasan di Kecamatan Karangbahagia. Dari jenis sampah yang sudah kita kumpulkan, terlihat bahwa sebagian sampah berasal dari sampah sektor-sektor usaha dan sampah rumah tangga,” ujar Donny.
Donny Sirait menegaskan persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dimana setiap penghasil sampah bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.
“Kalau mengacu pada undang-undang persampahan, yang bertanggung jawab terhadap sampah adalah pribadi masing-masing (penghasil sampah). Nah sedangkan pemerintah daerah peranannya adalah melakukan pengangkutan dan pengelolaan,” jelasnya.
Dalam HPSN 2026 ini, Kepala Dinas LH meminta sinergi yang lebih optimal dari berbagi pihak seperti unsur Muspika kecamatan, pemerintah desa setempat, terutama RT dan RW, para pelaku usaha serta unsur masyarakat lainnya dalam pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Kami berharap ke depannya, kepedulian RT dan RW tidak hanya berfokus pada permukiman warga, tetapi juga mengkoordinir sampah dari pelaku usaha yang ada di wilayahnya,” ujarnya.
Pada aksi HPSN tahun ini, DLH Kabupaten Bekasi membersihkan 20 ton sampah dengan mengerahkan 5 armada truk yang melibatkan ratusan partisipan dan relawan mulai dari 6 UPTD Persampahan, pihak swasta, puluhan aparatur desa, hingga lintas sektor lainnya.
Selain itu, pelajar dan guru dari SMA Negeri 1 Sukatani yang berstatus sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat juga turut dilibatkan dalam aksi bersih ini sebagai bagian dari edukasi lingkungan.
“Kita juga harus mengajarkan generasi muda tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan benar. Oleh karena itu, sekolah-sekolah yang memang aktif di Adiwiyata kami libatkan dalam aksi ini,” katanya.
Pada momentum HPSN ini, pihaknya mengharapkan bisa menjadi refleksi bersama bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Bekasi.
Reporter : Refki Maulana







Komentar