Dialog Kebangsaan FKUB Kota Bekasi Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045

FKUB Kota Bekasi menggelar Dialog Kebangsaan Tokoh dan
Pemuda Lintas Agama dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045 sebagai upaya memperkuat persatuan, toleransi, serta kolaborasi antar elemen masyarakat dalam
menghadapi tantangan masa depan bangsa.

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan itu dihadiri Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan, Ketua MUI Kota Bekasi KH Saifudin Siroj, Kabid KESBAOK

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bekasi Hj. Marwah Zaitun, SPd., MPd., tokoh lintas agama dari unsur Katholik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu, perwakilan

Muhammadiyah Kota Bekasi, PCNU Kota Bekasi, PERSIS, BAZNAS Kota Bekasi, organisasi kepemudaan, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam wawancaranya, Marwah Zaitun menegaskan bahwa tokoh agama dan generasi muda lintas iman memiliki posisi strategis sebagai penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, menyongsong Indonesia Emas 2045 bukan hanya soal pembangunan

ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana bangsa ini mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman yang semakin kompleks.

“Tokoh dan pemuda lintas agama adalah garda terdepan dalam merawat wawasan kebangsaan dan memperkuat moderasi beragama. Mereka menjadi agen perubahan

yang mampu menjembatani keberagaman agar tidak berkembang menjadi perpecahan di tengah masyarakat,” ujar Marwah. la menjelaskan, terdapat empat pilar utama yang menjadi fondasi dalam memperkuat moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta kemampuan mengakomodasi budaya lokal.

Keempat nilai tersebut, kata dia, harus terus ditanamkan terutama kepada generasi muda agar mampu menghadapi derasnya arus informasi dan dinamika sosial di era digital.

“Pemuda hari ini bukan hanya pewaris bangsa, tetapi juga penentu arah masa depan Indonesia. Karena itu, mereka harus menjadi teladan toleransi dan perekat sosial di

lingkungan masing-masing,” katanya. Marwah juga menyoroti pentingnya peran pemuda lintas agama dalam menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga provokasi yang berpotensi memicu konflik sosial. Menurutnya, media sosial saat ini kerap menjadi ruang subur penyebaran radikalisme apabila tidak diimbangi dengan literasi kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila yang kuat.

“Pemuda harus menjadi filter informasi dan penangkal hoaks. Narasi yang dibangun harus narasi persatuan, bukan perpecahan,” tegasnya. Selain itu, ia mendorong generasi muda untuk aktif menginisiasi berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok. Baginya, kerja-kerja kolaboratif seperti bakti sosial, dialog antar iman, hingga kegiatan kemasyarakatan meniadi ruang nvata untuk memperkuat solidaritas kebangsaan.

“Dialog konstruktif seperti ini penting agar potensi konflik sosial bisa dicegah sejak dini melalui komunikasi yang sehat dan saling menghargai,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Marwah Zaitun juga menyampaikan apresiasi kepada FKUB Kota Bekasi yang secara konsisten menghadirkan ruang kolaborasi antar umat beragama di Kota Bekasi. Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Kesbangpol akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang memperkuat persatuan dan penghormatan terhadap keberagaman di kota yang heterogen tersebut. “Kesbangpol selalu mendukung dan mengapresiasi setiap kegiatan yang diselenggarakan FKUB. Ini bagian dari upaya bersama menjaga kerukunan, harmoni dan kenyamanan Kota Bekasi,” ucapnya.

 

la menambahkan, keberadaan forum-forum seperti FKUB Kota Bekasi, komunitas pemuda lintas agama, hingga program moderasi beragama menjadi wadah strategis dalam memperkuat semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Marwah berharap dialog kebangsaan tersebut tidak berhenti sebatas seremoni, melainkan mampu melahirkan gerakan nyata lintas generasi dan lintas agama demi menjaga Kota Bekasi tetap damai, harmonis, dan nyaman dihuni seluruh masyarakat.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi keberagaman, kerukunan, dan harmonisasi di Kota Bekasi. Karena kerukunan adalah modal utama menuju Indonesia Emas 2045,”pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed