Hj. Didah Damayanti, M.Pd: Ketika Guru Menjadi Nakhoda Perubahan

Kota Bekasi ; Di tengah kesibukan mengajar, masih ada sosok yang waktunya habis untuk menggerakkan orang lain. Dialah Hj. Didah Damayanti, M.Pd, guru SMAN 11 Kota Bekasi yang namanya kini menjadi rujukan di dunia pendidikan, seni, dan organisasi di Kota Bekasi hingga Jawa Barat.

Energi dan dedikasinya tidak pernah padam. Di kelas ia mendidik. Di luar kelas ia mengorganisir, menginspirasi, dan membangun jejaring.

Ketua MGMP Seni Budaya SMA Kota Bekasi, beliau tidak hanya duduk di balik meja. Di bawah komandonya, MGMP menjelma menjadi rumah belajar yang hidup. Pelatihan guru, workshop kurikulum, hingga bedah karya seni digelar rutin. Tapi yang paling membanggakan sasarannya diperluas hingga ke siswa.

Para pelajar SMA se-Kota Bekasi rutin digembleng lewat ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) . Puncaknya, belum lama ini para siswa tampil memukau dalam “Pesona Nusantara Bekasi Keren Jilid III” di panggung Car Free Day. Sebuah bukti bahwa seni Bekasi hidup dan bertumbuh dari tangan-tangan guru penggerak.

Peran Hj. Didah tidak berhenti di Bekasi. Kepercayaan besar juga diamanahkan di tingkat provinsi sebagai Pengurus MGMP Seni Budaya SMA Provinsi Jawa Barat

.

Posisi strategis ini menjadikannya “jembatan emas”. Kebijakan-kebijakan besar dari provinsi ia terjemahkan menjadi program nyata yang menyentuh guru dan siswa di Kota Bekasi

.”Organisasi bukan beban. Ini ruang belajar kedua saya. Di sinilah kita tempa kolaborasi untuk melahirkan perubahan,” tegasnya.

Kiprahnya semakin lengkap di Dewan Kesenian Kota Bekasi sebagai Humas merangkap Komite Sastra. Di sini beliau menjadi corong. Mempromosikan puisi, diskusi sastra, pentas seni, hingga mempertemukan seniman dengan pemerintah.

Bagi beliau, memajukan pendidikan berarti juga memajukan budaya.Pengabdian sosialnya pun nyata sebagai Pengurus Dharma Wanita Persatuan KCD Wilayah 3 Provinsi Jawa Barat, menguatkan keluarga besar pendidikan dari sisi pemberdayaan.

Dari MGMP, Dewan Kesenian, hingga Dharma Wanita. Hj. Didah Damayanti, M.Pd membuktikan satu hal: Guru tidak hanya mengajar. Guru menggerakkan.Semangatnya adalah tamparan halus sekaligus motivasi bagi rekan guru lain di Bekasi. Bahwa membangun kota, bisa dimulai dari ruang kelas… lalu merambah ke panggung seni, forum organisasi, dan hati masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *