Suasana haru menyelimuti malam pisah sambut Kapolsek Tambun Selatan. Kompol Wuryanti, S.H., M.H. resmi menutup masa tugasnya dan menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Kompol Saut Parulian Tobing, S.Sos., M.M.
Acara berlangsung di Restoran Saung Wulan, Jl. KH. Abu Bakar No. 60, Desa Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu (5/9/2026) malam.
Wuryanti kini mengemban amanah baru sebagai Wakasat PPA PPO Polres Metro Bekasi Kota. Kepergiannya meninggalkan jejak mendalam bagi jajaran kepolisian, pemerintah kecamatan, kepala desa, hingga tokoh masyarakat.
Bukan hanya soal angka kriminalitas. Nama Wuryanti melekat karena mobilitas dan keberaniannya turun langsung ke lapangan. Terutama saat bencana.
Camat Tambun Utara H. Najmuddin, S.Ag., M.Ling. M.Tr.IP. menyebut dirinya dua kali “kebanjiran bareng” Wuryanti.
_”Saat banjir Darmawangsa, perahu kita habis. Beliau yang punya akses luas, datangkan perahu bermesin. Begitu juga di Nebraska, 3 hari air tidak surut. Lagi-lagi Ibu Kapolsek bersama Pak Danramil naik perahu di tengah air seperti danau,”_ kenang Najmuddin.
Bagi Najmuddin, itu bukti pengabdian tanpa batas wilayah. _”Dengan mobilitas tinggi, beliau bisa menyelami 17 desa di Tambun Selatan dan Tambun Utara,”_ tambahnya.
Kesannya sama datang dari PJ Kades Sumberjaya Ike Rahmawati, S.E., M.Si.
_”Berat melepas beliau. Seorang wanita tangguh. Saya banyak belajar. Saya sering merepotkan beliau karena banyak masalah di masyarakat,”_ ujarnya lirih.
Kades Tambun Jaut Sarja Winata juga mengamini. _”Saya baru menemukan kapolsek seperti Ibu Wuri. Mudah-mudahan Pak Kapolsek baru bisa melebihi beliau,”_ harapnya.
Tokoh masyarakat H. Nyamat menambahkan, _”Bagi kami, kehadiran Ibu Wuryanti sangat berkesan.”_
Wakapolsek AKP Dr. Kukuh Setio Utomo, S.H., M.H. menyampaikan terima kasih atas bimbingan Wuryanti. Ia juga memastikan jajaran siap mendukung penuh program Kapolsek baru.
_”Kami siap mendukung setiap kebijakan Bapak Kompol Saut Parulian Tobing,”_ tegas Kukuh.
Kini tantangan ada di pundak Saut. Harapannya satu melanjutkan bahkan meningkatkan sinergi yang sudah dibangun.
Karena bagi warga Tambun, yang paling diingat dari Wuryanti bukan pangkatnya. Tapi keberaniannya naik perahu, saat yang lain hanya menonton dari pinggir.












