
JATIASIH- SMPN 34 Kota Bekasi kembali membuat sebuah inovasi yang merupakan kelanjutan dari program Lihat Sampah Ambil Comot (Lisa.com) yang membawa kepala sekolah SMPN 34 Kota Bekasi menjadi juara kepala sekolah transformatif tingkat kota Bekasi.
Program “September Ceria” merupakan kepanjangan dari Setiap Tempat Bersih (September), Ciptakan Ekosistem Rapih Indah dan Asri (Ceria). Di launching pada tanggal 1 September 2026.
“Jadi program September ceria ini sebenarnya soft launching pada tanggal 17 Agustus 2026 saat merayakan momentum kemerdekaan, dan grand launching pada 1 September 2026,” ujar Kepala SMPN 34 Kota Bekasi, Arief Purnama.
Sementara program yang memanfaatkan momentum di bulan September ini, mengingatkan kembali kepada seluruh stakeholder sekolah bahwa setiap tempat dilingkungan SMPN 34 Kota Bekasi harus bersih.
“Program ini merupakan kelanjutan dari Lisa.com, dimana saya ingin mengingatkan kembali kepada seluruh stakeholder sekolah baik itu guru, staff, maupun siswa bahwa lingkungan sekolah harus bersih,” tuturnya.

Kemudian juga disampaikan bahwa program ini melibatkan seluruh stakeholder baik guru, staff, maupun siswa untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab akan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Semua terlibat karena kebersihan merupakan tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Disampaikan bahwa, setelah bulan September berlalu program “September Ceria” ini akan tetap menjadi semangat bagi para siswa untuk bulan selanjutnya dalam menjaga kebersihan.
“Kita akan tetap menjadikan semangat ini untuk bulan-bulan selanjutnya,” ucapnya.
Arief Purnama, juga mengatakan bahwa dengan adanya program September Ceria ini, tidak semata-mata sekolah akan langsung bersih. Namun ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong, memotivasi dan memfasilitasi siswa untuk peduli lingkungan sekolah.
“Kita gak bimsalabim sekolah langsung bersih, semua butuh proses dan dengan program ini kamu melakukan upaya untuk mendorong, memotivasi, dan memfasilitasi siswa untuk peduli lingkungan,” terangnya.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan komitmen oleh seluruh stakeholder, baik guru, staff, maupun siswa untuk terus menjaga sekolah agar tetap bersih dari sampah.
“Kita ingin seluruh stekolder komitmen untuk menjaga sekolah tetap bersih,” pungkasnya. (*)





