Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah.
Ia menyampaikan bahwa wilayah selatan Kabupaten Bekasi berpotensi mengalami kekeringan dan mengimbau masyarakat agar bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih. Muchlis juga mengingatkan potensi gangguan kesehatan yang biasa muncul di masa peralihan musim.
BPBD Kabupaten Bekasi telah melakukan upaya mitigasi bencana, antara lain membentuk 110 Desa Tangguh Bencana (Destana) serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di seluruh desa dan kecamatan.
“Penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan,” ujarnya. Berdasarkan prakiraan BMKG Jawa Barat, Kabupaten Bekasi diprediksi tidak mengalami hujan dan berada dalam kondisi kemarau selama tiga hari ke depan.






