CIKARANG PUSAT, Swara Bekasi — Kolaborasi dan harmonisasi antarperangkat daerah menjadi kunci dalam meningkatkan pemenuhan hak dan perlindungan anak sekaligus mendorong kenaikan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Bekasi.Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin dalam Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas KLA Tahun 2026, yang digelar di Aula KH. Noer Ali Lt. 4 Gedung Bupati Bekasi, Selasa (06/10/2026).
“Harus ada kolaborasi, kerja sama, dan harmonisasi antarperangkat daerah, sehingga apa yang menjadi tujuan kita bisa tercapai, bukan hanya mendapatkan predikat yang baik, tetapi yang lebih penting ada manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya anak-anak,” kata Endin.
Menurutnya, peningkatan predikat KLA harus berjalan seiring dengan upaya menghadirkan manfaat nyata bagi anak melalui program dan fasilitas yang tersedia di daerah, meski pelaksanaannya masih menghadapi keterbatasan anggaran maupun sumber daya.”Kita serba memiliki keterbatasan, tetapi saya tetap optimistis kalau kita mau kompak dan mau bekerja sama, insyaallah Bekasi yang hari ini mendapatkan predikat Madya bisa naik menjadi Nindya,” ujarnya.
Endin juga meminta seluruh perangkat daerah membantu pemenuhan data dan indikator yang dibutuhkan dalam proses evaluasi KLA, termasuk memastikan data tahun 2024, 2025, dan capaian tahun 2026 tersedia serta terdokumentasi dengan baik.”Tidak sulit sebetulnya kalau mau kita kerjakan, yang penting ada keseriusan dan semangat untuk memenuhi data yang dibutuhkan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi Titin Fatimah mengatakan, koordinasi akhir tersebut diikuti sekitar 90 peserta yang berasal dari perangkat daerah dan 23 kecamatan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi tahapan evaluasi KLA.”Ini memang sengaja kita minta semua hadir karena kita perlu menekankan bahwa tanpa bantuan dinas, Perangkat Daerah terkait, dan kecamatan, pemenuhan data serta indikator KLA tidak akan maksimal,” kata Titin.
Ia menjelaskan, keterlibatan kecamatan dan desa menjadi bagian penting karena terdapat indikator Kecamatan Layak Anak (Kelana) dan Desa/Kelurahan Layak Anak (DKLA) yang turut mendukung pencapaian KLA Kabupaten Bekasi.”Karena kita punya Kelana dan DKLA, jadi dukungan dari kecamatan dan desa sangat penting, terutama untuk kesiapan kita pada saat verifikasi akhir nanti,” ujarnya.
Titin berharap seluruh perangkat daerah, kecamatan, dan desa dapat menyiapkan data serta bukti dukung sesuai indikator masing-masing, termasuk mendukung kehadiran pimpinan daerah dan kepala perangkat daerah saat proses verifikasi.”Mohon dukungannya, karena pada verifikasi akhir nanti kami membutuhkan keterlibatan kepala daerah dan perangkat daerah agar seluruh indikator yang sudah kita siapkan dapat disampaikan dan dipenuhi dengan baik,” kata Titin.






