Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Membangun sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, maju secara ilmu pengetahuan dan teknologi, bermoral dan berbudaya bukanlah tugas yang mudah. Kenyataan yang terjadi adalah dalam proses pembelajaran, guru lebih fokus untuk mengejar ketercapaian kurikulum yang begitu padat sehingga seringkali mengabaikan kondisi, karakteristik dan potensi peserta didik. Guru lebih fokus pada transformasi “knowledge” dari pada transformasi “value” sehingga muncul degradasi nilai pada peserta didik dan masyarakat secara umum.
Standar kompetensi guru seperti yang sudah di tuangkan dalam UU No.4 tahun 2005 tentang guru dan dosen ada 4 kompetensi, yaitu kompetensi kepribadian, pedagogik, professional dan sosial.
Salah satu kompetensi tersebut adalah kompetensi Kepribadian. Kompetensi ini seringkali luput dari perhatian kita untuk selalu kita evaluasi danperbaiki karena kita terlalu fokus dengan pengajaran dan profesionalitas. Kompetensi kepribadian berkaitan dengan karakter personal. Ada indikator yang mencerminkan kepribadian positif seorang guru yaitu: supel, sabar, disiplin, jujur, rendah hati, sportif, berwibawa, santun, empati, ikhlas, berakhlak mulia, bertindak sesuai norma sosial & hukum, dll.

Kepribadian positif wajib dimiliki seorang guru karena para guru harus bisa jadi teladan bagi para siswanya. Selain itu, guru juga harus mampu mendidik para siswanya supaya memiliki attitude yang baik.
Tujuan dari kegiatan IHT ini adalah untuk membangun dan meningkatkan personal brand seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di SMPN 55 kota Bekasi terkait dengan kualitas kepribadiannya. Sesuai dengan Visi dan Misi sekolah yaitu Terwujudnya sekolah yang berkarakter, literat dan peduli lingkungan, maka untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan kultur sekolah yang sehat dan berkarakter.
Kultur sekolah yang sehat ditentukan oleh kualitas dari seluruh elemen sekolah. Kualitas personal yang sehat akan membentuk kultur sehat di lingkungan sekolah. Perilaku perilaku baik akan muncul dari kualitas kepribadian yang baik. Perilaku perilaku baik yang dilakukan secara kontinyu dan berkelanjutan akan menjadi praktik baik yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan sehingga pada akhirnya akan menjadi karakter sekolah yang sudah tentu akan berdampak pada peningkatan kualitas para siswanya.
Kegiatan IHT ini dilaksanakan pada hari kamis, 24 November 2022 di SMPN 55 kota Bekasi, dengan menghadirkan narasumber seorang public figure, pengajar komunikasi dan aktivis perempuan dan anak, Ir.Shahnaz Haque Ramadhan. Kegiatan IHT ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan kepala sekolah, Titi Wahyuning Nurul hidayah, M.Pd dan Pengawas Pembina H.Armilin, M.Pd.
Materi yang disampaikan oleh narasumber antara lain jenis dan level emosi negatif dan positif, Hormon kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkannya, bagian bagian tubuh guru dengan segala fungsinya, tipe-tipe orang dalam mengolah informasi. Bagaimana menjaga lingkungan bebas perundungan (bullying).
Pengetahuan manusia pada dasarnya terdiri dari 5% pengetahuan eksplisit (Explicit- Knowledge) yang berbasis data, pelajaran sekolah, penelitian, teori yang dijamin kebenarannya dan 95% Pengetahuan Tacit (Tacit-Knowledge) yang berisikan pengalaman-pengalaman di lapangan, trial & error, action-oriented, executive funct
Pengetahuan Tacit (Tacit-knowledge) adalah kemampuan praktis dan intuitif seseorang untuk memecahkan masalah, berinovasi dan membuat keputusan-keputusan yang cerdas. Dalam bahasa sederhananya, narasumber menjelaskan bahwa pada dasarnya pengetahuan manusia didominasi oleh pengalaman-pengalaman hidupnya, kejedot-jedotnya dalam hidup, yang membuat individu belajar dan pengalaman-pengalaman belajar itulah yang akan membentuk kemampuan individu dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang cerdas.
Dalam kegiatan ini narasumber juga melatih peserta IHT untuk melakukan relaksasi mandiri selama 15 menit. Dalam sesi ini seluruh peserta diminta untuk memejamkan mata, fokus dan konsentrasi menemukan profil diri di masa kecil yang masih diingat dan paling membahagiakan kemudian mengkomunikasikan kalimat-kalimat positif dan penguatan kepada profil diri saat ini. Akhir dari Kegiatan IHT ini adalah refleksi diri secara lisan dari setiap peserta dengan yel motivasi dari seluruh peserta.
Catatan penting dari kegiatan ini adalah , jika ingin berbuat baik, berbuatlah dengan “nothing to lose”. Jika ingin berbuat baik, ya lakukan saja dan anggap tidak ada urusan lagi ( jangan pernah mengingat kebaikan yang pernah kita lakukan kepada orang lain). Berbuat baiklah sebagai bagian dari cara hidup yang dibiasakan. Teruslah melangkah selama kita engkau di jalan yang baik, meski terkadang kebaikan tidak senantiasa dihargai, karena hidup bukanlah tentang siapa yang terbaik tetapi siapa yang mau berbuat baik.





