Khitanan Massal Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-73: Dukungan Sosial Untuk Keluarga Kurang Mampu.

CIKARANG PUSAT – Dalam rangka merayakan Hari Jadi Kabupaten Bekasi yang ke-73, sebanyak 73 anak telah mengikuti Khitanan Massal yang diadakan oleh kerjasama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Baznas. Acara berlangsung di Poliklinik Pemerintah Kabupaten Bekasi pada Selasa (15/8/2023), sebagai bentuk partisipasi dalam upaya kemanusiaan dan sosial.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengungkapkan bahwa peserta khitanan massal ini berasal dari keluarga-keluarga yang tergolong non penerima manfaat, seperti PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai), dan lainnya. Pelaksanaan acara ini didukung oleh Relawan Sosial dari berbagai tingkatan, mulai dari tingkat Desa hingga Kecamatan.

“Dengan antusias tinggi dari masyarakat, peserta khitanan massal ini berasal dari keluarga kurang mampu. Harapannya, melalui kegiatan ini, kami dapat membantu meringankan beban keluarga dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ungkap Endin.

Tahun depan, Dinas Sosial berharap dapat melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Bekasi dalam kegiatan khitanan massal. Meskipun jumlah peserta yang dikhitan tahun ini sejalan dengan angka perayaan Hari Jadi Kabupaten Bekasi, yaitu 73 anak, namun pihak penyelenggara tidak membatasi partisipasi jika ada lebih banyak peserta yang ingin bergabung.

Nadi Junaidi (43), salah satu orang tua dari peserta khitanan massal, memberikan tanggapannya mengenai kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan apresiasi terhadap kegiatan yang memiliki dampak positif dalam meringankan beban keluarga kurang mampu.

“Kegiatan seperti ini sungguh membantu masyarakat, dan saya mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pihak terkait. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus diadakan untuk memberikan manfaat bagi lebih banyak keluarga yang membutuhkan,” ujar Nadi.

Khitanan massal ini tidak hanya menjadi perayaan Hari Jadi Kabupaten Bekasi yang bermakna, tetapi juga menggambarkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus hidup dalam masyarakat Kabupaten Bekasi. Melalui aksi nyata seperti ini, berbagai pihak berupaya untuk mewujudkan dampak positif bagi komunitas yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *