Swara Bekasi ;SMAN 18 Kota Bekasi telah dipilih sebagai sekolah pilot project dalam implementasi Kurikulum Masagi yang bertujuan untuk memadukan pendidikan formal dengan melestarikan kearifan lokal budaya Jawa Barat.
Ketua Tim Kurikulum, Setyo Budi Hermanto, menjelaskan bahwa Kurikulum Masagi dapat diintegrasikan dengan kegiatan yang sudah ada di sekolah, sehingga tujuan melestarikan budaya dapat diselaraskan dengan pembelajaran yang telah diterapkan.
“Kurikulum Masagi sebenarnya bisa dikombinasikan dengan kegiatan yang sudah diterapkan di sekolah. Misalnya, literasi Sunda dapat dihubungkan dengan pembelajaran di sekolah, sehingga anak-anak dapat mengenal dan melestarikan budaya Jawa Barat,” ujar Setyo.
Salah satu contoh implementasi adalah literasi Sunda, yang meskipun mayoritas warga Bekasi tidak menggunakan bahasa Sunda secara aktif, namun anak-anak dapat memiliki pemahaman tentang kebudayaan lokal.
“Kami menerapkan literasi Sunda dan seni tari sebagai bagian dari kurikulum. Melalui program ini, kami ingin mengajarkan kepada anak-anak tentang kearifan lokal dan budaya Jawa Barat,” tambahnya.
Wakil Ketua Tim Kurikulum Masagi, Khlara Nana Melati D, menyatakan bahwa pengintegrasian Kurikulum Masagi dengan Kurikulum 2013 yang sudah ada di sekolah merupakan langkah penting dalam pendidikan.
“Kami ingin mengajarkan bukan hanya materi pelajaran, tetapi juga nilai-nilai keseharian yang mengajarkan kesantunan dan menghidupkan kearifan lokal. Ini adalah program yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Dalam implementasi Kurikulum Masagi, SMAN 18 Kota Bekasi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk memastikan pengajaran budaya lokal dapat terintegrasi dengan baik.
“Kerjasama dengan dinas terkait sangat penting agar program ini berjalan lancar dan efektif,” kata Anggota Tim Kurikulum Masagi, Nunung Nurjanah.
Nunung menambahkan, kurikulum lokal Jawa Barat lebih menekankan agar siswa memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang budaya Jawa Barat. Dengan demikian, anak-anak akan lebih terhubung dengan akar budaya daerahnya dan dapat menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang.
Pelaksanaan Kurikulum Masagi di SMAN 18 Kota Bekasi telah melalui tahap seleksi dan bimbingan teknis untuk memastikan kesesuaian dan keberhasilan implementasi. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal budaya Jawa Barat melalui pendidikan.





