BPBD Petakan Titik Rawan 16 Kecamatan Kabupaten Bekasi, Pada Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

Cikarang Pusat – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau warga untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi yang diakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan dan angin kencang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi menyampaikan menurut analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) puncak musim penghujan saat ini diprediski terjadi hingga akhir Februari 2025.

Lanjut ia mengatakan guna mengantisipasi prediksi cuaca tersebut pihaknya juga telah menetapkan status “ siaga darurat “ bencana hingga Mei 2025 yang diberlakukan bagi seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

“ Untuk saat ini di wilayah Kabupaten Bekasi kami berlakukan status “siaga darurat” bencana hidrometeorologi hingga bulan Mei 2025, “ ujar Dodi saat memberikan keterangan Minggu (9/2/2025).

Lebih lanjut ia menjelaskan adapun beberapa titik rawan bencana hidrometeorologi yang harus diwaspadai warga Kabupaten Bekasi diantaranya meliputi Kecamatan Babelan, Tarumajaya, Sukawangi dan Tambun Utara dengan wilayah yang dilintasi aliran sungai Bekasi. Sementara yang dilintasi sungai Citarum yaitu Kecamatan Cikarang Pusat, Cikarang Timur, Kedungwaringin, Pebayuran, Cabangbungin hingga Muaragembong. Untuk jalur tengah mulai dari sungai Cikarang dan Kali Ulu yang akan terdampak Kecamatan Cikarang Utara, Karangbahagia, Sukakarya, Sukatani dan Tambelang. Selain itu untuk Kali Sadang yang melintasi Kecamatan Cibitung dan wilayah utara Kabupaten Bekasi terutama kawasan perumahan yang tidak memiliki kolan retensi.

“Itu sebagian wilayah titik rawannya yang harus diwaspadai masyarakat di 16 Kecamatan, Kabupaten Bekasi. Untuk saat ini yang berpotensi yaitu bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan cuaca ekstrem, “ paparnya.

Lebih lanjut kata Dodi disamping itu, pihaknya juga telah memetakan berbagai persiapan upaya antisipasi guna menghadapi bencana hidrometeorologi diantaranya mempersiapkan potensi sumber daya manusia personil di setiap Desa dan Kecamatan seperti Desa Tangguh Bencana (Destana) dan mitra kerja Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dan relawan kebencanaan lainnya. Selain itu untuk sarana dan prasarana pihaknya akan mengaktifkan kembali gudang logistik setiap Kecamatan.

“Iya kami selalu berkoordinasi dengan BMKG karena puncak musim hujan hinga akhir Februari 2025 dan bencana juga terkadang tak dapat diprediksi. Personil dan logistik juga kami siagakan di setiap wilayah ada Destana, FPRB dan relawan lainnya. Selain itu tahun ini kami akan mengaktifkan kembali delapan gudang logistik dengan menyiagakan satu set peralatan perahu karet dan mesin pompa sedot air, seluruhnya agar lebih mendekatkan warga terdampak,“ terangnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi. Agar masyarakat dapat ikut menjaga lingkungan tempat tinggal serta alam sekitar seperti menebang pohon yang sudah rapuh, memangkas pohon serta tidak membuang sampah sembarangan di sungai dan lainnya. (adv-ris).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *