Wamen Ketenaga Kerja RI Apresiasi Raker FKPLID JABAR Bangung Kompetensi Tenaga Kerja Industri Berdaya Saing

Dihadiri Wakil Meteri Ketenagakerjaan RI Immanuel Ebenezer Gerungan pada Rapat
Kerja FKLPID Jawa Barat di Aula KH Nur Ali Kantor Bupati Kabupaten Bekasi menyampaikan Perlunya Langkah penurunan Tingkat Penganguran terbuka saat ini.

FKLPID Jawa Barat memiliki peran strategis dalam menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan lembaga pelatihan tenaga kerja. FKLPID tidak hanya berfungsi sebagai wadah komunikasi, tetapi juga sebagai penghubung yang efektif antara dunia industri dan penyedia pelatihan untuk memastikan tenaga kerja memiliki keterampilan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pasar,ungkap Wamen Kemenaker dalam Rapat Kerja FKLPID Jawa Barat sebagia Key Note Speaker.

Wamenaker tegaskan akan menindak tegas Ormas atau LSM, yang mengganggu
Kawasan Industri .”Kita tidak berikan ruang Premanisme, siapun yang beking kita LAWAN, kutakan lebih keras menghadapinya, nagara harus hadir melawan mengganggu Industri”, tegas Wamen Kemenaker.

Wamen Immanuel Ebenezer dalam sambutannya sangat mengapresiasi Rapat Kerja FKLPID Jabar dan berharap sinergi antara Pemerintah dengan Dunia Industri mampu menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan unggul sesuai dengan kebutuhan dunia industri serta mempercepat penurunan pengangguran, menyampaikan “Saya ingin menekankan bahwa kompetensi tenaga kerja bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga mencakup sikap kerja, etos kerja, serta kesiapan untuk menghadapi perubahan di dunia industri,” Hal ini sesuai
dengan tema Rapat FKLPID Jawa Barat “Growing with Competency Improvement and Reduce West Java Unemployement”.

FKLPID Jawa Barat dibentuk Pj. Gubernur Jawa Barat dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 563.11/Kep.308 Disnakertrans/2024 tentang Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah Provinsi Jawa Barat. Rapat Kerja 2025 yang dihardiri Dedy Supriadi Pj. Bupati Kabupaten Bekasi.

Teppy W Dharmawan Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Jawa Barat , Benny Tunggul Ketua FKLPID Jawa Barat, Yusuf
Andrianto wakil Ketua FKLPID Nasional, Rr. Meylani Aseningrum Ketua IPHRD Bekasi, Ketua APINDO Kota Bekasi, APINDO Kabupaten Bekasi, APINDO Kota Cirebon,APINDO Kabupaten Karawang, SD Darmono, Founder Dirut PT Jababeka Tbk Kawasan Industri, Yosminaldi. Hadir juga Kepala Dinas Tenaga Kerja 10 Kabupaten Kota, Kepala Balai Latihan kerja dari Kota dan Kabupaten di Jawa Barat , dan sebanyak 150 Pimpinan Human Resource Department mewakili Industri dari Kawasan Industri Bekasi,Subang,Cirebon,
Karawang,dan Purwakarta.

Pengurus daerah FKLPID hadir dari Bandung, Sukabumi, Bogor, Kabupaten Karwang ,dan Bekasi. Raker ini ditujukan meningkatkan komunikasi antaa Kawasan
Industri ,Balai Latihan kerja ,Lembaga Pelatihan kerja ,dan Dinas Tenaga Kerja dalam upaya peningkatan Kompetensi Tenaga kerja dan pendayagunaan dan penempatan Alumni Balai Latihan Kerja Kompetensi dalam menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Barat, Rapat
Kerja Menyusun rencana Jangka Pendek, Jangka Menengah dan Jangka Panjang FKLPID Jawa Barat.

Begitu juga Optimalisasi Balai Latihan Kerja di jawa Barat seperti Sarana Prasarana ,Instrukutur,Kurikulum Industri berbasis Kompetensi dan berdaya saing sesuai kebutuhan Pasar Industri.

Benny Tunggul Ketua FKLPID Jawa Barat sampaikan dalam Rencana Jangka Pendek akan melakukan standarisasi dengan Sertifkasi 10.000 UMKM dari 27 Kota Kabupaten se Jawa Barat, Membuka FKLPID di Kabupaten Subang,Kabupaten Sumedang,Kabupaten Indramyu, Kota
Cirebon, dan Kabupaten Majalengka . Keberadaan Balai Latihan Kerja bukan lagi mencetak peserta terlatih, namum bertransformasi menjadi Industrial Training Centre.

Industri menjadikan Balai Latihan Kerja menjadi tempat melatih para pekerja,dan calon tenaga kerja sehingga Kompetensi para pekerja memiliki daya saing sesuai kebutuhan Industri.Pelatihan Kerja berbasis Penempatan kerja Industri. Sisi kebijakan Pemerintah FKLPID Jabar mendorong diterbitkannya Peraturan Daerah Seluruh Industri menerima Pekerja setelah memiliki Kompetensi dan ketrampilan Industri dari Balai Latihan Kerja.

Melalui forum ini, kerjasama antara lembaga pelatihan dan industri dapat terus diperkuat untuk menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan siap pakai, mengurangi pengangguran serta mendukung perkembangan ekonomi di Jawa Barat. Benny Tunggul berharap agar pemerintah daerah dapat lebih aktif bekerja sama dengan lembaga industri, dan mendesak anggota Dewan untuk tidak hanya berbicara, tetapi juga memberikan
anggaran untuk program pelatihan yang menjadi investasi sosial dan pengembangan sumber daya manusia di daerah.
“Pemerintah daerah dapat bekerjasama dengan lembaga – lembaga industri, dan saya tegaskan kepada semua anggota Dewan seluruh Indonesia jangan ambil suara di saat saat genting, tapi investasi dengan memberikan anggaran untuk pelatihan – pelatihan ke daerah atau wilayah yang menjadi investasi sosial dan sumberdaya manusia” Rapat Kerja FKLPID Jawa Barat dibuka oleh Teppy W Dharmawan Kepala Dinas Tenaga Kerja
Propinsi Jawa Barat sekalian mewakili Pj.Gubernur Provinsi Jawa Barat.

FKLPID Jabar terdi dari perwakilan Industri yaitu HRD dari IPHRD dan ASPHRI, APINDO dari Pengusaha ,Balai Latihan kerja se jawa Barat termasuk Lembaga Pelatihan Kerja Swasta, UMKM,dan Perguruan Tinggi.
Provinsi Jawa Barat. Pj. Bupati Bekasi Dedy Suryadi di Rapat Kerja menyampaikan sangat mendukung FKLPID Jabar bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menjembatani Industri dan Lembaga Pelatihan dalam meningkatkan kompetensi masyarakat sekitar Kawasan industry sehingga memiliki ketrampilan Industri untuk memasuki pasar kerja dan bersaing.

Kawasan Industri menjadi Asset yang harus dijaga dari sisi Investasi dan
keberlanjutan Tenaga kerja di Kawasan yang terbesar di Asia Tenggara (Ben).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *