Atasi Kemiskinan dan Stunting, Pemkab Bekasi Optimalkan Program TJSL Perusahaan

CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi akan mulai memfokuskan pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) / Corporate Social Responsibility (CSR) yang dihimpun dari pihak swasta untuk menangani stunting dan kemiskinan ekstrem. Hal itu dikatakan Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan, saat memimpin rapat bersama Forum CSR Pemkab Bekasi, bertempat di Ruang Rapat Bupati, Gedung Bupati Bekasi, Rabu (6/7).

“Karena sekarang semua pemerintah daerah diminta untuk menyelesaikan masalah kemiskinan ekstrem dan stunting, jadi saya arahkan prioritas CSR dari para perusahaan pada dua hal itu saja,” kata Dani Ramdan saat diwawancarai.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyatakan bahwa meskipun CSR akan berfokus pada dua hal, namun akan ada banyak aspek yang tercakup di dalamnya. Seperti pada penanganan kemiskinan ekstrem, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni terkait ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan infrastruktur lainnya. Sedangkan untuk penanganan stunting, tidak hanya terkait kesehatan yang harus diperhatikan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar keluarga terpenuhi.
“Untuk menangani keduanya, ada banyak yang bisa dilakukan. Di kemiskinan ekstrem harus ada program-program pada bidang lingkungan, infrastruktur, ekonomi, pendidikan dan lainnya. Di stunting juga tidak hanya efek kesehatannya saja yang masuk, tapi lingkungan, pendidikan, infrastruktur permukimannya juga bisa dicapai,” lanjutnya.
Untuk dapat memastikan pengelolaan CSR tepat sasaran, ia menjelaskan harus ada tim fasilitasi, tim koordinasi, dan forum pelaksana yang dibentuk. Hingga saat ini, baru tim fasilitasi dan forum pelaksana saja yang sudah aktif berjalan, sehingga ia akan menyelenggarakan pertemuan antara kedua tim dengan tujuan untuk membentuk tim koordinasi dan menyepakati prioritas-prioritas CSR yang telah ditetapkan.
“Saat ini baru tim fasilitas yang isinya murni Perangkat Daerah, dan forum pelaksana yang berisi pelaku pengusahanya yang aktif. Harusnya kita ada tim koordinasi yang berisi gabungan Perangkat Daerah dan dunia usaha. Tadi saya instruksikan segera lakukan pertemuan antara kedua tim yang aktif, nanti hasilnya akan membentuk tim koordinasi dan kesepakatan prioritas CSR Kabupaten Bekasi,” jelasnya.
Terakhir, ia berharap agar upaya yang dilakukan Pemkab Bekasi tersebut dapat menyelesaikan permasalahan di Kabupaten Bekasi terutama dalam hal kemiskinan ekstrim dan penanganan stunting, yang programnya tidak banyak masuk dalam APBD Tahun Anggaran 2022.
“Untuk stunting dan kemiskinan ekstrem, belum semua anggaran menyasar ke desa-desa yang bermasalah hal itu. Makanya saya coba tutupi kekurangan ini melalui CSR dari pihak swasta dan ada juga dari Baznas,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Dedy Supriyadi, dan Plt. Kepala Bappeda Entah Ismanto beserta jajarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *