KOTA BEKASI Sebagai wujud Tri Darma Perguruan Program Study Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi (PJKR) Universitas Islam 45 (UNISMA) Kota Bekasi pilar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengadakan workshop Implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran bidang Study Pendidikan Jasmani Olah raga dan Kesehatan (PJOK) pada SMA MA dan SMK . Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan PJKR Tatang Iskandar Senin ( 25/7 /22)
“ Selama ini kita banyaknya bekerja sama dengan MGMP PJOK , karena kemarin masa pandemi Workshop Kurikulum Merdeka sempet tertunda karena situasi pandemi “ kata Tatang Iskandar
Pada masa Pandemi kegiatan workshop dilaksana secara online tentunya hasilnya tidak maksimal karena ketika online banyak kendala sehingg materi tidak tersampaikan dengan baik.
Tatang Iskandar seraya berharap dengan kegiatan PKM ini bermanfaat untuk guru guru olahraga di wilayah kota dan kabupaten Bekasi dan nanti ilmu yang mereka dapatkan bisa di implementasi di sekolah sehingga mata pelajaran pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan semakin menarik dan capaiannya bisa tercapai.

Kepala Program Study (Prody) PJKR UNISMA Mia Kusumawati, mengatakan saat ini bahwa kurikulum merdeka sedang nge-hits. Tapi diakuinya beberapa sekolah masih belum memahami secara keseluruhan tentang kurikulum tersebut.
“Karena itu kami ingin memberikan pemahaman yang terbaru tentang kurikulum merdeka, melalui workshop kurikulum merdeka,” ungkap Mia Kusumawati,
Selain workshop Prody PJKR UNISMA juga menjalin kerjasama dalam penyaringan masuk sekolah melalui jalur atlet.
“Jadi kita bantu tes fisiknya dan tes talent-nya dan waktu itu pernah dilakukan di SMP negeri 3 Cikarang Utara, kita jadi tim pembantu disana sehingga memudahkan sekolah dalam menentukan bahwa ini benar atlet atau bukan, ” tukasnya.
Dia berharap melalui berbagai kegiatan workshop atau seminar tujuannya pertama agar guru mampu memahami kurikulum merdeka di PJOK seperti apa. Kedua memberikan manfaat bagi banyak guru.
“Semoga PJKR UNISMA salah satu sentral bagi guru yang ingin bertukar pikiran mengenai hal apapun baik dengan kurikulum merdeka ataupun dalam pembelajaran PJOK lainnya, ” tukasnya.

Azi Faizridho ketua panitia pelaksana menuturkan kegiatan diikuti oleh 100 peserta dari kota dan kabupaten Bekasi.
Selanjutnya untuk implementasinya peserta diberikan pengetahuan cara pembuatan seperti media pembelajaran Merdeka Belajar seperti yang di canangkan pemerintah pusat.
Workshop tersebut mengadirkan pemateri yang masing pemateri memberikan materi yang berbeda-beda adapun materi yang disampaikan meliputi Inovasi pembelajaran PJOK dalam kurikulum belajar Merdeka.
Selanjutnya implementasi Merdeka belajar pembelajaran PJOK berbasis diferensiasi dan media pembelajaran berbasis e-learning











