SWARABEKASI -10 Maret 2023 Kota Bekasi, Jawa Barat, ada lah hari Jadi Kota Bekasi ke-26 yang dirayakan dengan berbagai pertunjukan seni oleh aparatur pemerintah Kota Bekasi sendiri.
Tema ulang tahun kali ini adalah ‘Bekasi Bangkit, Bekasi Keren’ yang dipilih langsung oleh Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Tema ulang tahun Kota Bekasi ke 26 Tahun Bekasi Bangkit, Bekasi Keren. Makna Bekasi Bangkit adalah semangat untuk akselerasi mutu dan akses pelayanan publik.
Sementara Bekasi Keren adalah spirit kepamongan aparatur untuk berkinerja kreatif dan inovatif.
Pada hari jadi Kota Bekasi ke 26 Tahun ini diisi dengan Drama Kolosal Resolusi Rakyat Bekasi 1950 dengan para pemain kolosal didominasi oleh para kepala Sekolah jenjang TK , SD dan SMP yang didukung oleh ASN Kota Bekasi dari beberapa OPD
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Deded Kusmayadi mengatakan drama kolosal Resolusi Rakyat Bekasi 1950 mengambarkan perjuangan warga Kota Bekasi

“Kita mencoba untuk merekonstruksi kejadian pada tangga 17 februari 1950 di situ ada eksekusi masyarakat Kota Bekasi yang tidak setujui dengan Republik Indonesia Serikat,”papar Deded.
Menurutnya kota bekasi dahulu masuk Kabupaten Bekasi, tetapi pada tahun 1950-an ada namanya Republik Indonesia Serikat (RIS), masyarakat kota bekasi dan para tokoh Kota Bekasi tidak setuju.
Alasannya karena dianggap akal-akalan Belanda untuk menguasai kembali Republik Indonesia lewat pemecah belahan. Mereka tidak mau dan akhirnya pisah, hingga akhirnya menjadi kabupaten dan kota tersendiri di tahun 1950.
“Baru di rekontruksi lagi sekarang. Para peserta dari para sekolah SD, SMP,TK,PAUD, serta dari komunitas dishub, satpol pp, serta santri. Untuk Kota Bekasi Selamat Merayakan Ulang Tahun ke 26 semoga ke depan tetap jaya dan semakin keren,”ucapnya.
Sementara Mukita W Isro salah Pemeran KH Noer ali menyampaikan bahwa drama kolosal yang dilaksanakan itu disutradarai oleh Aki Maja dan Penulis Skenario dari Maja Yusriwan.

Berikut daftar pemain drama kolosal Resolusi Rakyat Bekasi 1950 dari para aparatur Pemerintah Kota Bekasi, antara lain :
– Drs. Suharyanto M.Pd (Ir. Soekarno)
– Ahmad Apandi (Jendral Soedirman)
– Zainal Abidin (Mohamad Hatta)
– Soleh (Kolonel Soeharto)
– Sudjirman (Mayor M. Hasibuan)
– Muktia Isra (KH. Noer Alie)
– Sukamto (Ahmad Subardjo)
– Rudi Winarso (Chaerul Saleh)
– Soheh (Mohammad Natsir)
– Abidin (Wikana)
– Wawan (Sukarni)
– Hendrik (Subianto)
– Arifin Budianto (Yusuf Kunto)
– Endang (Latief Hendraningrat)
– Nurhadi (Jendral Philip Christison)
– Zaenal Abidin (Jendral Lord Lois Mounbathen)
– Yayat Sutaryat (Raden Supardi)
– Ata Subrata (Jawara Bekasi)
– Yudi Kahfiyudi (Mayor Lukas Kustaryo)
– Darmo (Mayor Mufreni Mu’min)
– Sonin (Mayor Edi Somad)
– Munajam (Mayor Sambas Martadinata)
– Budi Hartono (Camat Marzuki Usmaini)
– Karju (Camat Sukardi)
– Busro (Mamad)
Dalam pentas tersebut, juga menampilkan pembacaan puisi Karawang Bekasi karya Chairil Anwar dengan dibacakan oleh siswa SD Islam Al Azhar Sumareccon bernama Mohammad Al Fathir.






