Inkubator Pentahelix APTISI Gelar Seminar Public Speaking untuk Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa

BEKASI – Inkubator Pentahelix APTISI Wilayah IV A mengadakan seminar Public Speaking di STIE Mulia Pratama pada Sabtu (13/1/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para mahasiswa.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber  Choky Sitohang, artis dan presenter ternama di Indonesia.

Direktur Inkubator Pentahelix, Drs Yusrodi, CHP, M.Si. menyampaikan seminar diikuti para mahasiswa dari 15 perguruan tinggi untuk wilayah Kopertis 4 Jawa Barat di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Karawang.

Ia menjelaskan, tujuan seminar adalah memberikan sebuah ilmu pengetahuan kepada para mahasiswa bagaimana pentingnya pelatihan public speaking ini

“Agar mahasiswa memiliki kemampuan berbicara dengan baik. Jadi tidak hanya mahasiswa pandai berbicara saja tetapi juga bagaimana mereka mampu mengolah memanage komunikasi dengan baik dan gesture tubuh yang baik sehingga komunikasi betul-betul efektif, karena komunikasi merupakan unsur terpenting dibanding dengan unsur-unsur yang lain,“ jelas Yusrodi.

Yusrodi berharap seminar ini menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk semua peserta, khususnya dalam merancang proses pembelajaran Kampus Merdeka di kota Bekasi. Tujuannya adalah menjadikan kampus-kampus di wilayah tersebut menjadi lembaga pendidikan world-class dengan standar kualitas yang tinggi.

Selain itu, Yusrodi juga mengungkapkan harapannya terhadap partisipasi kampus-kampus lain dalam Inkubator Pentahelix. Ia menginginkan kolaborasi aktif saat ada acara sehingga dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal, menjadikannya sebagai langkah luar biasa dalam pengembangan pendidikan di Kota Bekasi.

“Untuk event berikutnya akan berhubungan dengan digital ini juga akan ada managernya dan kita akan melaksanakan zoom dan bisa diikuti dengan beberapa mahasiswa yang ada di Kota Bekasi khususnya. Nanti akan berbicara tentang AI dan Big Data,” ucapnya

Sementara itu, Pembina Inkubator Pentahelix, Benny Tunggul, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mahasiswa. Acara ini diselenggarakan melalui kerjasama antara Forum Wirausaha Mandiri Nasional dan melibatkan 15 Perguruan Tinggi Swasta di Kota Bekasi.

“Sebanyak hampir 250 mahasiswa turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,” ucap Benny.

Pada Seminar Public Speaking , Choky Sitohang, dalam paparannya menyampaikan  pentingnya meningkatkan kompetensi softskill berupa kemampuan berkomunikasi. Ia memberikan tips dan trik kepada peserta seminar tentang cara memulai komunikasi di depan publik, termasuk mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin timbul.

“Hari ini kami menyiapkan mahasiswa se-Kota Bekasi dalam rangka mencapai  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Bekasi untuk masa depan,” ucapnya.

Mahasiswa dinilai memerlukan kemampuan soft skill yang bermula dari potensi unik masing-masing, seperti kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi. Namun, terkadang, berbagai hambatan seperti rasa takut, kurang pengetahuan, dan kurang semangat dapat menghalangi mereka melihat harapan.

Dalam konteks ini, dirinya bersyukur diberi kesempatan untuk menyampaikan materi public speaking hari ini, dengan harapan dapat memberikan inspirasi dan membantu mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

“Kami sudah menabur sebuah benih membuka paradigma mereka berpikir bahwa untuk bisa berhasil di dunia kerja itu bukan hanya kemampuan teknis saja dan bukan hanya tool set/skill set saja, tetapi butuh mindset pola pikir yang benar dan itu dimulai dari publik speaking,” ujarnya

Choky  menyoroti bahwa banyak mahasiswa masih belum sepenuhnya memahami kekuatan kata-kata dalam konteks public speaking. Contohnya, kebiasaan menggunakan frasa seperti “kebetulan” atau “mudah-mudahan” seringkali menciptakan kesan kurang percaya diri di hadapan audiens.

Choky menegaskan bahwa public speaking bukan sekadar demonstrasi keberanian atau kesombongan, melainkan tentang kesiapan dalam mempersiapkan materi dengan baik. Menyadari momen penting dalam presentasi dan memanfaatkannya dengan efektif menjadi kunci kesuksesan dalam publik speaking.

“Banyak mahasiswa yang belum memahami bahwa publik speaking ini bukan ilmu gagah-gagahan, bukan sok kepedean, tetapi ini tentang kesiapan yang mempersiapkan materinya dengan baik dia bisa memanfaatkan momen pertarungan dengan efektif,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini, peserta akan mendapat Sertifikat Pendamping Ijazah (SPI), yang sangat dibutuhkan ketika sudah lulus nanti. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *