Tekan Kekerasan Kepala Sekolah Ikuti Workshop Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah.

 

Dalam upaya memaksimalkan fungsi pengawasan dan  dan  mencegah sekolah terjadinya   kekerasan di lingkungan sekolah  Pemerintah  kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan  mengadakan workshop Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Satuan Pendidikan.

Workshop  diikuti oleh  575  kepala sekolah negeri  dan swasta dari jenjang TK/ PAUD, SD SMP . Workshop  zona 3 dibuka secara langsung  oleh Pj Wali kota Bekasi  Raden Gani Muhammad. didampingi kepala Dinas Pendidikan Uu Saeful Mikdar  bertempat di Aula Teratai Putih Global School Kecamatan Mustika Jaya, Senin (4/3/24).

Workshop terbagi menjadi  zona –zona .  Zona 3 terdiri dari kecamatan Bantar gebang  Rawalumbu  Mustika Jaya. Hadir dalam acara tersebut para Kabid dan Kasie  dari jajaran Dinas Pendidkan kota Bekasi

Workshop  dengan tertema “Menuju Zero Kekerasan pada Anak”, acara tersebut bertujuan untuk memaksimalkan fungsi pengawasan di sekolah terhadap segala hal yang mengarah kepada kekerasan terhadap anak serta bagaimana menerapkan cara yang solutif dalam mencegah dan menangani tindak kekerasan di sekolah.

“Kita semua musti berperan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari segala bentuk kekerasan. Mari bersama menguatkan sinergi dan kolaborasi untuk terus bergerak serentak mewujudkan gerakan anti kekerasan terhadap anak, dengan meningkatkan langkah-langkah pencegahan serta perlindungan bagi mereka di sekolah, sehingga mereka dapat menimba ilmu dengan perasaan aman dan nyaman,” tegas Gani Muhamad saat memberikan sambutan

Gani Muhamad juga menambahkan bahwa unsur pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif dengan menjadi agen perubahan untuk memerangi kekerasan di sekolah.

“Sebagai civitas akademika, memiliki tanggung jawab moral untuk melibatkan diri dalam upaya anti-kekerasan termasuk anti-perundungan (bullying), karena kekerasan dan bullying tidak hanya merugikan korbannya, tetapi juga merusak iklim belajar dan mengajar di seluruh sekolah. Menjadi agen perubahan berarti kita bersedia membentuk budaya sekolah yang lebih positif dan mendukung untuk mendukung terwujudnya masa depan anak yang cerah,” imbuh Gani.

Terakhir, Gani Muhamad menuturkan, “setiap langkah kecil yang diambil setiap individu dapat memiliki dampak besar dalam membentuk budaya sekolah yang aman dan inklusif, serta dapat mendukung pertumbuhan positif setiap siswa dan sistim pendidikan di Indonesia khususnya di Kota Bekasi menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.

Ditempat yang sama Nurahadi Ketua pelaksana kegiatan zona 3  menyampaikan workshop  menghadirkan nara sumber dari DP3A   Dinas Pendidikan , KPAD  Polres Metro Bekasi kota ,Pisikolog.

“Kegiatan akan  berlangsung  selama  satu.” kata nurhadi yang juga menjabat kepala sekolah SMPN 16 kota Bekasi

Kegiatan serupa juga telah dilaksana  zona 1 dan 2 Sementara untuk  zona 4  juga akan menggelar kegiatan serupa .di Bela Vesta Pondak Gede Rabu (5/3/24)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *