BEKASI – SMAN 4 Kota Bekasi menyelenggarakan Edufair di sekolah, Kamis (29/3/2024). Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala SMAN 4 Kota Bekasi, Rusti Setiyarti, S.Pd., .M.M.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Misludin, mengatakan pihaknya ingin meningkatkan penerimaan lulusan SMAN 4 Kota Bekasi ke perguruan tinggi. Oleh karena itu, dalam kegiatan ini dihadirkan perguruan tinggi negeri maupun swasta.
“Kegiatan ini tujuannya untuk memberikan arah gambaran siswa tentang prodi pilihan mereka, kalau sudah punya pilihan akan semakin mantap dan yang belum punya pilihan dia akan mengerti prodi yang dipilih oleh siswa,” ujar Misludin.
Kepala SMAN 4 Kota Bekasi, Rusti Setiyarti, S.Pd., .M.M., menambahkan para siswa juga menerima pengetahuan tentang paspor. Ini penting bagi siswa yang akan berangkat ke luar negeri mengikuti program pertukaran pelajar.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Jakarta Timur, Tongam Gustaf Christoper, mengatakan pihaknya memberikan sosialisasi terkait prosedur permohonan paspor melalui aplikasi e-paspor.
“Masyarakat dapat mengunduh dan mendaftar aplikasi e-paspor untuk permohonan paspor, sambil mendapatkan informasi tentang pencegahan perdagangan orang,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya memberikan edukasi pencegahan perdagangan orang. Menurutnya, edukasi ini sangat penting karena siapapun bisa menjadi korbannya.
“Kita semua dan teman-teman siswa SMA 4 bisa menjadi korban kalau tidak bisa mengantisipasi atau tidak aware terhadap kondisi saat ini. Sehingga kita menyampaikan beberapa modus dan tips untuk mengantisipasinya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Tongam juga memberikan informasi mengenai sekolah kedinasan di Cinere dan Tangerang yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM Direktorat Jenderal Imigrasi. Dengan harapan para siswa SMAN 4 Kota Bekasi dapat bergabung.
“Kami menyampaikan tips, syarat, dan kondisi agar para siswa dapat mempersiapkan diri untuk lulus dan bergabung,” ujarnya.
Terkait paspor untuk pelajar yang akan berangkat ke luar negeri, dijelaskan bahwa tetap menggunakan paspor Republik Indonesia berwarna hijau, baik itu paspor elektronik maupun non-elektronik, dengan verifikasi maksud dan tujuan keberangkatan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. (*)






