Terdapat 40 Bidang usaha yang dilahirkan oleh Mahasiswa STT Bina Tunggal. Bidang usaha ini terdiri Produk Makanan,Minuman, Fashion,dan Jasa seperti usaha pembuatan Website, Laundry, Bengkel, dan Elektronik . 40 Bidang usaha wujud dari Capaian Pembelajaran Matakuliah yang berbasis Outcome Based Education. Seluruh Mahasiswa yang membangun Wirausaha ssbelumnya menyusun Bisnis Plan ,yang di Pamerakan pada Bazzar dan Pameran Produk Usaha Wirausaha Mahasiswa Merdeka. Seluruh bidang usaha UMKM akan tergabung dalam Inkubator Wirausaha Kampus.
Pameran dan Bazzar Wirausaha Mahasiswa Merdeka, Produk usaha Mahasiswa diperjual belikan pada Bazzar dengan Pola Pembayaran Elektronik (Cashless). Selain Pameran dan Bazzar Produk Wirausaha Mahasiswa , di laksanakan Seminar EnterpreneurshipLeader dan Kiat Sukses Bisnis Leader dan Pembuatan Nomor Induk berusaha oleh Narasumber yang sudah Profesional dalam Dunia Usaha. Seminar Entrepreneurship Leadership (Kepemimpinan Wirausaha) dengan Narasumber Fery Heriawan – Vice President PT.Pegadaian (Pesero). Seminar Kiat Suskes Usaha Kuliner dan Pembuatan NIB oleh Siti Aisyah – Ketua Forum Wirausaha Mandiri Nasional.
Seminar ini ditujukan untuk membentuk Jiwa kepemimpinan dalam membangun wirausaha. Pemimpin harus memiliki Visi dan tujuan dalam menentukan arah usaha. Tantangan Pemimpin bukan saja menjadi pemilik usaha namun harus menjadi orang yang berpengaruh,mengarahkan dan mengembangkan tim dan siap menghadapi perubahan. Pemimpin Kunci maju tidaknya Usaha.
Wirausahawan memiliki ketangguhan dalam membangun bisnis, berani mengambil resiko . Memiliki Visi,Inovasi dan kreativitas.Selalu mau belajar dan adaptif terhadapan Perubahan. “Saatnya saat ini mahasiswa membangun portofolio masa depannya dengan membangun Kewirausahaan secara dini, sebagai Jawaban tantangan perubahan Kompetisi sumber daya manusia”,ungkap Ferry Hariawan. Entrperneurship Leader dibangun dari keaktifan di Orgasnisai kampus . Mahasiswa pada masa depan dalam memasuki Karir bukan lagi dari segi Prestasi Akademik jadi penentu .
Siti Aisyah telah sukses membuka 18 outlet makanan bayi bergizi dan Restauran Korea, mendorong mahasiswa harus berani mengambil keputusan dalam membuka bisnis. “sikap berani memulai usaha kunci utama menjadi sukses, block mind takut berindak sering menghantui dalam mebuka usaha, coba dan mecoba menjadi pembentukan seorang wirausaha untuk Suskes”,tegas Siti Aisyah yang telah membina 1000 UMKM , Kesempatan ini Siti Aisyah mengajarkan perlunya Normor Induk Berusaha dalam membuka UMKM.
Hadir pada Seminar – Pelatihan – Bazar dan Pameran Wirausaha Mahasiswa Merdeka Faisal – Ketua Komisi 1 DPRD,Yusrodi CHP – Direktur Inkubator Pentahelix APTISI IV A, Zaiman Ketua Pembina Yayasan Bina Tunggal, 10 BEM Perguruan Tinggi di Kota Bekasi, 10 SMK di Kota Bekasi, Pelaku UMKM Kota Bekasi, dan dari Serikat Buruh.
STT Bina Tunggal sebagai Perguruan Tinggi berbasis Teknologi mempersiapkan Mahasiswa memiliki Wirausaha sebahai implementasi Program MBKM. Peserta juga diajarkan Inovasi Teknologi Arjuna oleh Dosen STT Bina Tunggal juga Pengajar Yohanes Surya Foundation pada kegiatan ini, sambutan Rahman Ketua Panitia. Sementara itu Faisal mendorong Perlunya Kota Bekasi memiliki Destinasi Pusat oleh oleh menjadi Detinasi Wisata seperti Malaiboro – Jogjakarta. “Distinasi Pusat oleh oleh dapat mengurangi Pengangguran dan Peningkatan PAD Kota Bekasi, Perputaran uang dalam transaksi mendorong tingkat kesejahteraan yang tinggi bagi pelaku UMKM”, sampai Faisal dalam Pembukaan Wirausaha Mahasiswa Merdeka di STT Bina Tunggal
Benny Tunggul sebagai Pengampu Mata kuliah Technopreneurship menargetkan mahasiswa dari seluruh Program Study harus memiliki usaha dari masa kuliah,siap menghadapi turbelinsi ekonomi dengan kemandirian dan optimalisasi teknoligi membangun Usaha. “Seluruh Usaha Mahasiswa akan disatukan dalam Inkubator Wirasusaha Kampus dengan Fasilitas Marketplace”, sampaikan dalam penutupan acara. (ben)











