BNPB Dorong Penanganan Terpadu Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Bekasi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong penguatan penanganan bencana hidrometeorologi secara terpadu di Kabupaten Bekasi, mulai dari respons darurat hingga langkah mitigasi jangka panjang, guna mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

‎Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Dr. Raditya Jati, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi dan perangkat daerah terkait, Rabu (04/02/2026).

‎Raditya menyampaikan bahwa Kabupaten Bekasi merupakan wilayah dengan tingkat risiko banjir yang sangat tinggi, berdasarkan peta risiko bencana nasional. Kondisi geografis berupa cekungan, sedimentasi sungai, penyempitan alur air, serta dinamika pemanfaatan ruang menjadi faktor yang memengaruhi kejadian banjir secara berulang.

‎Dalam upaya mendukung penanganan bencana, BNPB telah menyalurkan bantuan logistik secara bertahap sejak pertengahan Januari 2026, meliputi kebutuhan pangan, air minum, perlengkapan darurat, hingga obat-obatan. BNPB juga melakukan pemantauan lapangan melalui pemetaan udara menggunakan drone untuk mengidentifikasi wilayah terdampak dan titik-titik kritis banjir.

‎Selain itu, BNPB bersama instansi terkait melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko, dengan total 168 sorti penerbangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah rawan banjir, meskipun bersifat sementara.

‎“Upaya-upaya ini merupakan bagian dari penanganan darurat untuk membantu masyarakat terdampak, namun tidak dapat dijadikan solusi jangka panjang,” ujar Raditya.

‎Lebih lanjut, BNPB menekankan pentingnya penanganan banjir secara menyeluruh melalui kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang. Evaluasi tata ruang, pengendalian pemanfaatan lahan, normalisasi sungai, perbaikan tanggul, serta penguatan sistem peringatan dini menjadi langkah strategis yang perlu diperkuat secara berkelanjutan.

‎BNPB juga mendorong peningkatan ketangguhan masyarakat dan desa rawan bencana, termasuk penguatan kelembagaan kebencanaan dan optimalisasi peran relawan serta pemanfaatan sumber pendanaan yang tersedia.

‎Sebagai tindak lanjut, BNPB akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala terhadap upaya penanganan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bekasi bersama pemerintah daerah.

‎“Penanganan bencana hidrometeorologi harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Pemerintah pusat siap mendukung, sementara penguatan kebijakan dan implementasi di daerah menjadi faktor kunci dalam mengurangi risiko bencana ke depan,” pungkas Raditya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *