Harmoni Ilmu dan Alam: PSAJ Berbalut Pesantren Ekologi di SMAN 17 Bekasi

Suasana di SMAN 17 Bekasi pada tahun ajaran 2025-2026 terasa berbeda dari biasanya. Jika biasanya akhir jenjang hanya diwarnai dengan ketegangan mengerjakan soal-soal ujian, kali ini siswa kelas 12 menjalani momen krusial mereka dalam balutan nuansa spiritual yang asri berpuasa dibulan Ramadhan.

Kegiatan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) mulai tanggal 02 Maret sampai 06 Maret 2026 dilaksanakan beriringan dengan program Pesantren Ekologi yang dilaksanakan  mulai tanggal 23 Februari 2026 sampai13 Maret 2026  dengan   menciptakan sebuah ekosistem belajar yang unik dengan menguji kecerdasan intelektual sekaligus mengasah kecerdasan spiritual dan kepedulian lingkungan.

1. Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ)

Sebagai gerbang terakhir menuju pendidikan tinggi, PSAJ tetap dilaksanakan dengan standar integritas yang tinggi. Namun, alih-alih merasa tertekan, para siswa terlihat lebih tenang. Ujian tidak lagi dipandang sebagai beban akhir, melainkan sebuah bentuk syukur atas ilmu yang telah didapat selama tiga tahun.

2. Apa itu Pesantren Ekologi?

Pesantren Ekologi di SMAN 17 Bekasi bukan sekadar pengajian rutin. Ini adalah manifestasi dari konsep Eco-Islam atau Green Deen, di mana nilai-nilai agama diterapkan untuk menjaga kelestarian ala bagi siswa-siswi kelas X, XI dan XII.

Tujuan Utama:

  • Keseimbangan Karakter: Membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga memiliki akhlak mulia terhadap sesama manusia dan alam semesta.
  • Kesadaran Lingkungan: Menanamkan pemahaman bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah.
  • Manajemen Stres: Memberikan ruang bagi siswa kelas 12 untuk melakukan refleksi diri di tengah padatnya jadwal ujian.

Menurut Kepala SMAN 17 Bekasi Ari Isnaeni, S.Pd, M.Pd Materi Pesantren Ekologi di Provinsi Jawa Barat tahun 2026 didasarkan pada panduan resmi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan tema utama: “Internalisasi Nilai Gapura Pancawaluya guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil Alamin.”

 

Lebih lanjut ibu Ari menjelaskan Implementasi Aksi Nyata (Amaliah Ekologi) pada Pesantren Ekologi Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melakukan kegiatan praktis yang menjadi bagian dari penilaian karakter:

  • Tadabur Alam (Niti Harti): Pengamatan langsung ke ekosistem sekitar sekolah untuk merenungi kebesaran ciptaan Tuhan.
  • Aksi Tasyakur (Niti Bakti): * Penanaman Pohon: Membuat vertical garden atau menanam tanaman obat di area sekolah.
  • Beberes Lingkungan: Aksi bersih-bersih sanitasi, kelas, dan tempat ibadah.
  • Gerakan Hemat Energi: Praktik mematikan lampu dan keran air secara disiplin.
  • 7 KAIH (7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat): Termasuk pembiasaan makan tanpa sisa dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Selain itu ada Program Pelengkap seperti :

  • Rantang Kanyaah: Berbagi makanan berbuka puasa dengan kemasan ramah lingkungan.
  • Poe Ibu (Sapoe Sarebu): Gerakan infak/sedekah harian untuk aksi sosial dan lingkungan.
  • Wakaf Al-Qur’an: Memberikan mushaf Al-Qur’an sebagai bentuk investasi spiritual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *