Guru SD Margahayu 2 & 8  Rela Begadang Kawal SPMB Hingga Malam

Keterangan Foto Media Supriyati  M.Pd Kepala SDN Margahayu 2 

Bekasi Timur, Swara Bekasi – Tahun ajaran baru menjadi momen krusial bagi siswa kelas 6 SD. Demi memastikan anak didiknya lolos ke SMP negeri, para guru SD Negeri Margahayu 2 dan SD Negeri Margahayu 8 rela berjibaku mengawal proses Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2026.

Media Supriyati , Kepala SDN Margahayu 2 yang juga menjabat Plt Kepala SDN Margahayu 8, mengungkapkan perjuangan timnya sejak tahap pra-pendaftaran. Dari total 86 siswa kelas 6 Margahayu 2 dan 53 siswa Margahayu 8, guru-guru harus memastikan semua sudah memiliki akun SPMB. “Kami cek satu per satu. Yang belum punya akun kami kejar terus sampai beres,” ujar Media Supriyati  saat ditemui Swara Bekasi, Rabu 2 Juli 2026.

Puncak perjuangan terjadi saat pendaftaran SPMB Tahap 29 30 Juni dan 1  Juli 2026.Pada tahun sebelumnya  pendaftaran resmi ditutup pukul 16.00, para guru memilih bertahan di depan laptop hingga pukul 21.00.karena tahun ini pengumuman pendaftaran pada pukul 21.00Wib  “Kami mantengin sistem terus. Jalur prestasi, afirmasi, mutasi orang tua,untuk mengetahui perkembangan para alumni ” tutur Media

.Hasilnya, beberapa siswa berhasil lolos jalur afirmasi.lima  siswa SDN Margahayu 2 diterima di SMPN 1 Kota Bekasi. Sementara tiga siswa SDN Margahayu 8 juga tembus di sekolah yang sama.

Media menegaskan pendataan tidak berhenti saat siswa lulus. Pihak sekolah wajib tahu ke mana anak melanjutkan. “Ada yang ke SMP negeri, swasta, pesantren, bahkan ada yang ikut orang tua pulang kampung. Semua harus tercatat,” tegasnya.

Tantangan lain muncul saat penerimaan siswa baru kelas 1. Banyak orang tua calon siswa belum melek teknologi. Para guru turun tangan membimbing dari awal: cara membuka HP, scan berkas, membuat email, hingga akun pra-pendaftaran SPMB jadi.

“Prinsipnya kami bantu sampai tuntas. Kasihan kalau anak nggak sekolah gara-gara orang tua nggak paham IT,” kata Media .Tahun ini pendaftar di SDN Margahayu 2 mencapai 80 anak, sementara Margahayu 8 ada 68 anak. Dengan daya tampung 56 siswa per sekolah, kebijakan dua rombel diterapkan. Saat ini setiap kelas  dengan 28 siswa agar pembelajaran tetap efektif.

“Guru SD sudah berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak bisa diterima di sekolah negeri,” ungkap  Supriyati . Perjuangan ini jadi potret dedikasi guru di tengah  sistem penerimaan siswa berbasis digital.

Untuk  para lulusan kelas 6  dan  calon siswa kelas  1 yang belum di terima di tahap satu untuk tidak berkecil hati   masih ada kesempatan untuk tahap 2 untuk pendaftaran akan dimulai pada tanggal 6  , 7 ,   8 Juli  2026

Supriyati  juga berpesan dengan keterbatasan kuota sekolah negeri  bagi orang tua siswa yang putra putri tidak diterima di sekolah negeri  untuk mendaftarkan di sekolah swasta  “ Saat Ini  Pemerintah Kota Bekasi juga  memliki Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) Tahun 2026 di beberapa Sekolah  swasta di tiap tiap kecamatan  “ tutupnya ( tarmin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *