Disdagperin Kota Bekasi Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok Melalui Operasi Pasar Mandiri di 12 Kecamatan

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) resmi memulai Operasi Pasar Mandiri untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Pembukaan pertama digelar di Kecamatan Pondok Melati, Jumat (10/7/2025) dan dihadiri langsung oleh Walikota Bekasi, Tri Adhianto.

Dalam kegiatan tersebut dijual komoditas strategis seperti Beras SPHP Bulog, Beras Premium, dan Minyak Goreng dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Rini Desmiati , Kepala Bidang Perdagangan Disdagperin  Kota Bekasi menyampaikan bahwa operasi pasar ini digelar untuk membantu masyarakat di tengah kenaikan harga. Saat ini harga beras premium 5 Kg di pasaran sudah hampir menyentuh Rp 84.000, padahal HET nya Rp 74.500.”Alhamdulillah kita mulai di Pondok Melati dan langsung dihadiri Pak Wali Kota Tri Adhianto.Tujuannya jelas, mendekatkan bahan pokok murah ke masyarakat agar tidak terbebani kenaikan harga,” ujar Rini.

Rini juga menjelaskan bahwa Disdagperin menggandeng pihak ritel modern dan para pelaku UMKM di Kota Bekasi, serta bersinergi dengan Perum Bulog untuk penyediaan stok beras SPHP.”Kami bekerja sama dengan para pelaku UMKM dan ritel lain. Bulog suplai beras. Dengan model kolaborasi ini distribusi bisa lebih cepat dan merata ke 12 kecamatan,” jelasnya

.Rini berharap masyarakat memanfaatkan kegiatan ini untuk mendapatkan kebutuhan bahan pokok  dengan harga lebih murah dibandingkan dari harga  di pasaran.

Sementara itu, Ika Indah Yarsi , Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama.

“Kegiatan Operasi Pasar Mandiri ini dilaksanakan tanpa menngunakan dana APBD. Ini murni hasil kerjasama Pemkot Bekasi  dengan pihak ritel dan Bulog. Harapannya bisa membantu meringankan beban masyarakat dan menjaga stabilitas harga ,” tegas Ika Indah Yarsi .

Pemerintah saat ini terus melakukan efisiensi anggaran  namum program – program  Disdagperin  harus tetap berjalan “kegiatan non APBD ini adalah bagian dari bentuk efisiensi anggaran “ tegasnya

Walikota Bekasi Tri Adhianto  mengapresiasi langkah cepat Disdagperin  dan para ritel.”Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat bisa beli beras dan minyak dengan harga wajar. Terima kasih kepada Disdagperin , Bulog, dan para pelaku UMKM yang sudah mendukung. Semoga operasi pasar mandiri  ini bisa berjalan lancar di semua kecamatan,” kata Tri Adhianto.

Eko Wijatmiko,Pelaksana  Analis  Perdagangan Disdagperin kota Bekasi   menyampaikan bahwa setelah Pondok Melati, Operasi Pasar Mandiri sudah berjalan di Jatisampurna, Pondok Gede, Bantargebang, Jatiasih, dan Mustika Jaya.Jadwal selanjutnya:

21 Juli : Rawalumbu

22 Juli : Bekasi Selatan

23 Juli : Bekasi Utara

24 Juli : Bekasi Timur

25 Juli : Bekasi Barat

27 Juli : Medan Satria – penutup

Pemkot Bekasi berharap melalui operasi pasar mandiri ini inflasi dapat ditekan dan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *