*KOTA BEKASI* – Semangat menulis pelajar Kota Bekasi diapresiasi langsung oleh Bunda Literasi Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto. Beliau hadir dalam babak Grand Final Lomba Menulis Cerpen tingkat SMP/MTs yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bekasi.
Ajang ini digelar untuk menumbuhkan minat baca-tulis sekaligus memberi panggung bagi siswa menuangkan ide lewat karya sastra.
Tahun ini lomba mengangkat tema _“Gen Z 5.0: Kreatif Digital, Bijak Berliterasi”_. Tema tersebut dipilih agar generasi muda mampu berkarya di era digital dengan tetap menjunjung etika dan berpikir kritis.
Antusiasme luar biasa. Sebanyak 73 sekolah SMP/MTs se-Kota Bekasi ikut serta. Setelah melewati tahap kurasi, dewan juri menetapkan 15 finalis dari 6 sekolah berbeda untuk tampil di babak puncak.
Uniknya, 15 karya terbaik tidak hanya dilombakan. Dinas Arsip dan Perpustakaan berencana menerbitkannya dalam satu buku antologi dengan judul yang sama seperti tema lomba. Ini bentuk penghargaan agar tulisan anak-anak Bekasi bisa terdokumentasi dan dibaca luas.
Wiwiek Hargono turut menjadi salah satu juri. Bersama tim juri lain, beliau menilai naskah berdasarkan kesesuaian tema, orisinalitas ide, struktur cerita, diksi, hingga nilai pesan yang disampaikan.
“Menulis itu melatih kita berpikir. Dari membaca, mengolah data, sampai berani menuangkan pendapat dengan bahasa sendiri. Saya bangga melihat anak-anak Bekasi sudah berani berkarya. Semoga budaya seperti ini terus hidup,” ungkap Wiwiek.
Bunda Literasi juga mengucapkan terima kasih kepada para guru, kepala sekolah, dan jajaran Dispusipda Kota Bekasi yang sudah menginisiasi kegiatan ini.
Dengan adanya lomba ini, Pemkot Bekasi berharap akan lahir generasi yang tidak hanya melek digital, tapi juga produktif, analitis, dan mampu menghasilkan karya yang menginspirasi.












