IKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama stakeholder, kalangan dunia usaha dan komunitas, telah mengirimkan hampir 8 juta liter air bersih untuk membantu warga terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi hingga Senin, 31 Agustus 2026 pkl. 22.00 WIB, jumlah air bersih yang telah disalurkan ke puluhan desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi sebanyak 7.934.700 liter. Selain air bersih, bantuan juga diberikan dalam bentuk toren air dan sumur bor di sejumlah titik.
BPBD menyebutkan, hingga akhir Agustus ini, wilayah yang mengalami krisis air bersih di Kabupaten Bekasi berada di 252 titik di 45 desa yang tersebar di 12 kecamatan.
Kekeringan juga berdampak terhadap 1.354 hektare lahan pertanian di 41 desa yang ada di 15 kecamatan dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi. Kemarau panjang di Kabupaten Bekasi berdampak terhadap 25.601 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 77.312 jiwa.
Adapun 12 wilayah kecamatan yang terdampak kekeringan yakni Kecamatan Cibarusah (72 titik), Serang Baru (46 titik), Bojongmangu (45 titik), Cikarang Pusat (7 titik) dan Cikarang Selatan (7 titik).
Selain di wilayah selatan, krisis air bersih juga terjadi di wilayah utara Kabupaten Bekasi, yakni Kecamatan Sukatani (8 titik), Pebayuran (25 titik), Cabangbungin (2 titik), Sukawangi (4 titik), Babelan (20 titik), Tarumajaya (9 titik) dan Kecamatan Muaragembong (6 titik).
Dari 7.934.700 liter air bersih yang telah disalurkan, sebanyak 2.772.000 liter berasal dari BPBD Kabupaten Bekasi, 2.681.000 liter dari Perumda Tirta Bhagasasi (PDAM), 1.030.000 liter dari PMI, dari BBWS, Baznas, Kesbangpol, Kwarcab Pramuka, Kemen PU, dari kalangan dunia usaha dan komunitas peduli bencana. (**).










