Kepala SMPN 27 Kota Bekasi Kembali Raih Penghargaan Kepala Sekolah Transformatif (TK,SD,SMP), Dalam Peringatan HGN 2026

KOTA BEKASI- Kepala SMPN 27 Kota Bekasi kembali menorehkan prestasi, kali ini dengan inovasi baru nya dengan judul “27 SAE” yang memiliki kepanjangan dari Sekolah Aksi Ekologi (SAE).

Kepala SMPN 27 Kota Bekasi, Jajang, menyampaikan bahwa ini merupakan tahun ke-3 dirinya memperoleh prestasi yaitu juara 1 sebagai kepala sekolah transformatif (TK,SD,SMP).

“Alhamdulillah saya mendapatkan prestasi tiga kali berturut-turut sebagai Kepala sekolah transformatif, inspiratif, dedikatif, dan di tahun ketiga ini kebetulan cukup istimewa karena kategori nya meliputi TK, SD, SMP,” ujarnya.

Sementara disampaikan bahwa program yang diberi nama “27 SAE” juga dalam bahasa Sunda memiliki arti bagus. Dimana dirinya berharap dalam konotasi nya SMPN 27 Kota Bekasi bagus.

“Secara sederhana 27 SAE ini berbicara tentang whole program. Artinya program yang menyeluruh bukan hanya parsial,” jelasnya.

Kemudian berangkat dari tantangan bahwa SMPN 27 berada di kaki gunung sampah maka sudah jelas udara yang dihasilkan terpolusi. Oleh karena itu dirinya mencoba membudayakan dan memberikan ruang kepada siswa agar memiliki karakter bersih.

“Karakter bersih ini terkondisikan semua baik dari intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler kemudian kondisi sekolah, kantin, dan juga mini projek,” terangnya.

Selanjutnya, dengan program “27 SAE” ini disampaikan sekolah sudah cukup kondusif tidak ada sampah berserakan, dimana hampir 80 persen sekolah sudah bersih dari sampah plastik.

“Alhamdulillah sekolah sudah cukup kondusif tidak ada sampah berserakan, sampah plastik hampir 80 persen sudah bersih,” terangnya.

Tidak hanya itu pengelolaan sisa daun kering yang di olah menjadi kompos juga dilakukan sekolah, budaya ikan dalam ember, dan juga tanaman hidroponik yang dilakukan bersama seluruh stekolder sekolah.

“Kami lakukan semua begitupun di kantin mereka penjual sudah tidak menggunakan wadah sekali pakai seperti plastik, karena siswa sudah kami budayakan untuk membawa Tumbler dan juga lunch box,” pungkasnya.

Jajang, tidak sendiri karena dua guru SMPN 27 Kota Bekasi juga berhasil meraih prestasi sebagai guru transformatif. “Saya tidak sendiri karena saya selalu memberikan memotivasi guru untuk melakukan inovasi pembelajaran, dan tentunya memberikan contoh untuk selalu berinovasi dimanapun mereka berada,” tukasnya.

Dengan demikian lahirnya dua orang guru menjadi juara dalam lomba HGN 2026 menunjukan bahwa kepemimpinannya transformatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed