
JATIASIH- SDN Jatiasih IV Kota Bekasi helat edukasi kesehatan bertajuk “Menstruasi Bukan Tabu” kenali, pahami, dan hadapi dengan percaya. Kegiatan ini sendiri masuk dalam kegiatan ke putrian yang rutin dilaksanakan di sekolah.
Kepala SDN Jatiasih IV Kota Bekasi, Sadiah, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh siswa perempuan kelas 4,5 dan juga kelas 6 yang dilaksanakan di SDN Jatiasih IV Kota Bekasi.
“Ini masuk dalam program ke putrian dan yang mengikuti siswa kelas 5 dan juga kelas 6 yang mengalami masa pubertas,” ujarnya, Jumat (16/10).
Sementara pengetahuan mengenai pubertas saat ini di kalangan siswa masih sangat rendah, sehingga perlu pendampingan dan sosialisasi tentang masa pubertas terutama menstruasi.
“Rasa malu, takut karena ketidaktahuan mereka tentang pubertas membuat mereka terkadang salah dalam menyikapi masa pubertas. Sehingga kami lakukan pendampingan itu melalui sosialisasi ini,” jelasnya.

Kemudian disampaikan bahwa materi yang disampaikan ialah terkait masa pubertas, ciri-ciri anak yang mengalami pubertas, pengertian menstruasi, penyebab menstruasi, apa saja yang bisa dilakukan pada masa menstruasi, dan bagaimana sikap yang dilakukan ketika teman mengalami menstruasi.
“Beberapa materi kami sampaikan agar siswa paham betul bagaimana cara mengatasi ketika menstruasi datang pertama kali ,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini pula diharapkan siswa khususnya perempuan bisa mendapatkan pendidikan kesehatan, sehingga muncul rasa percaya diri terhadap siswa.
“Kami ingin siswa paham bahwa menstruasi hal yang biasa dan wajar, justru dengan datang nya menstruasi menandakan bahwa siswi sehat,” terangnya.
Tidak hanya itu, sekolah juga berharap melalui sosialisasi ini siswi dapat menjaga dan juga merawat kesehatan. Melalui sosialisasi ini juga diharapkan keluarga dapat memahami betul cara mengatasi ketika anak pertama kali menstruasi.
“Selain dari sekolah kami juga berharap keluarga mendukung. Memberikan pemahaman terhadap anak bahwa menstruasi pertama bagi anak adalah hal yang wajar. Kita juga berharap mental anak bisa terbentuk,” pungkasnya. (*)
