
JATIASIH – SDN Jatiasih IV Kota Bekasi berkolaborasi dengan SDN Jatiasih III Kota Bekasi, dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW dan juga Hari Santri, pada hari Kamis, (22/10).
Peringatan Maulid nabi Muhammad SAW dan juga hari santri ini bertajuk. “Meneladani Akhlak Rasulullah Menguatkan Semangat Santri untuk Masa Depan Bangsa.
Kepala SDN Jatiasih IV Kota Bekasi, Sadiah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara bersamaan untuk mensyiarkan kedua kegiatan keagamaan menjadi lebih bermakna.
“Kedua momen ini dilaksanakan secara bersamaan karena lebih bermakna, kami juga berkolaborasi dengan SDN Jatiasih III Kota Bekasi karena kebetulan satu lingkungan yang sama,” ujarnya.

Sementara menurutnya kedua peringatan keagamaan ini memiliki arti yang cukup bermakna yaitu, mentauladani sifat dan karakter baginda Nabi Muhammad SAW yang menjadi ruh para santri sebagai pejuang agama dalam pergerakan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Kedua peringatan keagamaan ini memiliki makna yang cukup dalam, salah satunya kita jangan lupakan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidak lepas dari Rahmat Allah SAW dan perjuangan para santri. Ini yang melatar belakangi kedua moment ini menjadi salah satu alasan digabungkan,” terangnya.
Tentunya dengan kegiatan ini diharapkan para siswa dapat mengingat dan menjadikan kedua moment tersebut, menjadi motivasi untuk meningkatkan semangat belajar dan persaudaraan.
“Kita harap siswa bisa mengingat dan juga menjadikan kedua moment ini untuk semangat belajar dan juga persaudaraan,” terangnya.
Lebih lanjut, dalam momen peringatan ini sekolah juga sekaligus meresmikan penggunaan lapangan SDN Jatiasih IV Kota Bekasi. Dimana peresmian dilakukan langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Wijayanti.
“Moment ini kita barengi dengan peresmian lapangan SDN Jatiasih IV Kota Bekasi, sebagai tanda syukur kami,” ucapnya.
Tidak lupa hadir dalam kegiatan ini Lurah Jatiasih, Pengawas PAI, Para Kepala Sekolah dan juga ketua RW setempat. “Kegiatan ini tidak mengurangi kegiatan KBM terlalu banyak,” pungkasnya. (*)







