Dewan Komisi II, Tumai : Mendorong Pemkot Bekasi Segera Meningkatkan Kualitas Kapasitas Jalan Penghubung, Guna Mengurai Kemacetan

 

KOTA BEKASI – Komisi II DPRD Kota Bekasi mengusulkan kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas Jalan Kolektor Primer atau penghubung antar wilayah. Pasalnya hal tersebut menjadi urgensi dimana pertumbuhan permukiman di wilayah Kota Penyangga Ibu Kota kian hari semakin berkembang pesat menyusul padatnya kendaraan di jalan pada saat jam tertentu.

Anggota DPRD Kota Bekasi Komisi II, Tumai mengatakan peningkatan kualitas kapasitas jalan kolektor primer atau penghubung seharusnya sudah dilakukan jauh hari sehingga dapat mengantisipasi lonjakan pertumbuhan permukiman penduduk yang kian waktu semakin meningkat.

” Seharusnya kita memang jauh hari sudah betul mempersiapkan peningkatan infrastruktur, untuk mengantisipasi pertumbuhan permukiman penduduk Kota Bekasi yang luar biasa. Sehingga jalan jalan kelas III atau kolektor sudah seharusnya memang ditingkatkan untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut yang berdampak pada kepadatan kendaraan, kata Tumai saat dihubungi melalui telepon selularnya, Senin (1/8/2022).

Lanjut ia mengungkapkan kedepan hal ini harus menjadi perhatian serius bagi Dinas dan pihak terkait. Karena kata dia menurut pantauan di lapangan banyak ditemui Jalan kolektor atau penghubung yang tidak sesuai padatnya kapasitas kendaraan. Diantaranya yakni seperti ruas Jalan Raya Bantar Gebang-Setu, Pengasinan-Bantar Gebang, lingkar luar penghubung Cimuning hingga Pangkalan II Bantar Gebang dan jalan raya Hankam.

” Banyak sekali jalan kolektor kita itu yang memang harus di perlebarkan dan perluas, ini yang saya kira harus mendapat perhatian serius dan harus segera ditingkatkan, ” terangnya

Anggota DPRD asal Fraksi PDI P itu juga menambahkan disamping untuk mengatasi dan mengurai kepadatan lalu lintas. Hal tersebut dilakukan sekaligus upaya mempermudah akses transportasi bidang usaha dan bisnis agar lebih cepat.

” Saya yakin ketika kita sudah mempersiapkan itu Kota Bekasi nanti akan menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia pelaku usaha investasi di Kota Bekasi, ” paparnya

Menurutnya beberapa ruas Jalan kolektor atau penghubung Provinsi pengelolaanya sudah diserahkan terimakan kepada Pemkot Bekasi.

” Iya kalau tidak salah yang salah satunya yaitu Jalan Siliwangi dan Jalan Raya Narogong, ke arah Bogor itu masih Provinsi, namun seperti Jalan Pekayon ke arah Pondok Gede dan Hankam itu sudah diserahterimakan pengelolaanya kepada Pemkot Bekasi, ” kata Tumai

Namun kendati demikian pihaknya mengusulkan kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi agar segera melakukan evaluasi dan kajian atas persoalan tersebut.

” Saya kira perlu lah dilakukan evaluasi dan kajian, karena tuntutannya memang sudah demikian, ” tandasnya

Ia menuturkan perlu adanya suatu kajian seperti solusi sementaranya yaitu rekayakasa lalu lintas. Bahwa dimana adanya perkembangan sebuah Kota seharusnya dibarengi dengan pembenahan bidang infrastruktur terlebih beberapa ruas jalan kolektor primer atau penghubung di Kota Bekasi jumlahnya cukup banyak.

” Tentunya saya kira itu kan nanti hasil dari suatu kajian, tidak semua jalannya harus perlu ditambah seperti flyover, underpass atau lainnya. Tetapi yang pasti Kota Bekasi sudah saatnya betul betul berpacu berlari cepat untuk bagaimana berbenah diri menyambut dari arus derasnya sebuah perkembangan salah satunya dibidang infrastruktur, paparnya

Sementara disamping itu kedepan Pemerintah Kota Bekasi perlu fokus memprioritaskan pengembangan infrastruktur, terutama jalan kolektor primer atau penghubung yang saat ini jumlahnya cukup banyak.

” Kalau gak secepatnya dikembangkan ini padat sekali kendaraan di ruas jalan penghubung, apa lagi pada saat jam padat, saya kira Pemerintah lebih baik fokus di pengembangan jalan, ” tuturnya

Tumai menyebut banwa pihaknya saat ini masih terus melakukan fokus evaluasi dengan memantau langsung kondisi di lapangan. Mengingat kepadatan kendaraan yang disebabkan kapasitas jalan yang tidak sesuai dengan banyaknya kendaraan kian hari semakin meningkat.

” Kebetulan ini saya juga lagi keliling, disitu lah kemudian kita paham bahwa kondisinya memang sudah demikian. Secepatnya harus diantisipasi, diurai salah satu solusinya adalah meningkatkan kualitas kapasitas jalan kolektor yang lebarnya hanya lima hingga enam meter sudah saatnya harus diperluas, ” tegasnya

Pihaknya berharap kepada Dinas dan pihak terkait agar usulan yang telah disampaikan dapat direspon secepatnya bahkan menjadi prioritas rencana pembangunan. Ada pun mengenai alokasi anggaran dana nantinya, kata dia berapa pun besaran alokasi anggaran agar bisa difokuskan dari hasil kajian terlebih dahulu.

” Iya anggaran untuk infrastruktur ini kan berapa pun besarannya semestinya dapat difokuskan prioritas buat ke jalan mana dulu. Maka dari itu pihak terkait agar secepatnya mengkaji ulang khususnya pelebaran jalan, karena memang sudah demikian kondisinya, jalan penghubung wilayah yang ada saat ini sudah semakin sempit tak sebanding padatnya kendaraan, tutupnya

(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *