oleh

Viral Soal Tarikan di SMAN 3 Kota Bekasi, Ini Klarifikasi Lengkap Kepala Sekolah

SWARABEKASI – Tanggapi pemberitaan viral terkait di media sosial soal Pungutan Liar kepada orangtua murid mendapat klarifikasi langsung dari Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Bekasi, Reni Yosefa, Rabu (16/11/2022).

Dalam klarifikasinya, Reni Yosefa bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Komite Sekolah itu bukanlah Pungli, melainkan Sumbangan Peduli Pendidikan (SPP) yang sifatnya tidak dipaksakan.

“Saya tegaskan disini bahwa itu bukanlah pungutan tapi merupakan sumbangan dari bentuk partisipasi dari orangtua siswa yang menitipkan anaknya sekolah disini,” ujar Reni saat ditemui media, Rabu (16/11).

Dikatakan bahwa nominal sumbangan tersebut juga disesuaikan dengan kemampuan orang tua siswa. Jika ada orangtua murid yang keberatan dengan nominal yang ditentukan bisa menghubungi sekolah.

Selanjutnya bahwa sumbangan disesuai kemampuan dari orangtua siswa. Jika ada orangtua murid yang minta keringanan atau keberatan dengan angka yang diajukan itu boleh.

“Komite sekolah juga fleksibel tidak kaku. Bisa mengerti keadaan orang tua,” jelas Reni.

Menurutnya pihak sekolah tidak pernah memaksa atau mewajibkan orangtua murid untuk menyumbangkan sejumlah uang ke sekolah.

“Di SMAN 3 Kota Bekasi juga ada sebanyak 63 siswa dan siswi yang tidak dilibatkan dalam Sumbangan Peduli Sekolah (SPP),”tegasnya.

Ketiga lanjut dia, bahwa tidak ada paksaan dan kewajiban. Sebanyak 63 siswa yang tercatat dalam Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) tadi tidak dilibatkan pada sumbangan, ada 63 tadi, tercatat di DTKS.

“Itu yang bisa saya garisbawahi dari rapat komite kemarin,” tutup Reni.

Viral Soal Tarikan di SMAN 3 Kota Bekasi, Ini Klarifikasi Lengkap Kepala |Sekolah

Sementara itu, Ketua Umum Forum Komunikasi Komite Sekolah SMAN 3 Kota Bekasi, Abdul Ekhsan Sumino mengatakan bahwa pihaknya hanya menjalankan aturan dari pemerintah yaitu Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2022 tentang mengoptimalkan peran dan fungsi komite sekolah sebagai upaya mewujudkan tata kelola kelembagaan komite sekolah yang baik pada SMAN/SMKN/SLBN di Jawa Barat.

“Bahwa kami sangat memahami dan itu keluarnya pergub 97 itu diterapkan di sekolah yang mana intinya komite sekolah itu harus memahami betul rencana kegiatan sekolah yg sudah dituangkan RKAS, itu harus dipahami sehingga disitu akan kelihatan kegiatan mana yg dibiayain pemerintah melalui BOS dan yang belum terbiayai oleh pemerintah,” pungkasnya.

memaparkan alasan pihak Komite Sekolah mengadakan Sumbangan Peduli Pendidikan (SPP) kepada orangtua siswa.
SPP juga untuk meningkatkan prestasi sekolah SMAN 3 Kota Bekasi ini yang diketahui sudah mencapai tingkat internasional, pihaknya memerlukan sejumlah dana partisipasi yang berasal dari orangtua murid untuk mendukung kegiatan siswa-siswi di sekolah.

“Untuk meningkatkan prestasi sekolah dari tahun ke tahun dimana SMAN 3 ini prestasinya luar biasa, sudah sampai di tingkat internasional kita ada disupport dana dari pemerintah yaitu dana BOS dan BOPD namun tentu ada dana-dana partisipasi sumbangan-sumbangan orang tua yang perlu kita minta partisipasi, karena orang tua ini anaknya sekolah disini,” ujar Reni,

Dijelaskan bahwa pihak komite sekolah telah menyusun program-program kerja yang terbentuk dalam Rancangan Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) agar prestasi di SMAN 3 Kota Bekasi tetap bertahan.

“yang dilakukan oleh sekolah kemarin adalah sekolah menyusun program-program kerja supaya prestasi yang ada bisa kita pertahankan dan bisa kita pertingkatkan dan menyusun anggaran, kami sampaikan ke orang tua,” jelas Reni.

Terakahir, ia menyatakan bahwa nominal angka sebesar Rp. 4.500.000 dan Rp.300.000 tersebut merupakan angka penggambaran dari biaya yang dibutuhkan oleh sekolah.

“Jadi kenapa muncul angka,Nah disitu adalah menggambarkan segini kira-kira kebutuhan sekolah supaya prestasi bisa kita pertahankan dan tingkatkan,” tutupnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed