Kota Bekasi – SMKN 2 Kota Bekasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. PLN yang didukung Institut Teknologi PLN (ITPLN) mengelolah sampah melalui proses peuyeumisasi untuk menghasilkan produk energi terbarukan.
Kegiatan CSR dibuka dengan peresmian dan serah terima serta penandatangan kerjsama MoU antara Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Bekasi, perusahaan-perusahaan dan RW setempat dalam menyediaan bahan baku dan supply produksi, Rabu (28/12).
Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Usaha IPTLN, Pawenary menjelaskan, bahwa kegiatan CSR ini dimulai sejak awal tahun 2022. ITPLN yang memiliki pusat riset unggulan, salah satunya yaitu Waste to Energi diamantkan untuk membantu Cofiring dan memanfaatkan sampah menjadi bahan yang berguna di masyarakat.

“Pertama kerjasama dengan Pemda Klungkung Bali, kita habiskan sampah diarea itu. Selanjutnya ITPLN, diminta untuk membuat lagi pengelolah sampah agar produknya bisa kita gunakan untuk Cofiring di daerah Jabodetabek, maka dari itu kita menimbang dan memutuskan untuk di pasang di SMKN 2 Kota Bekasi karena dekat dengan lokasi Bantar Gebang.”
Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Bekasi, Agus Wimbadi mengatakan selain dapat mengurangi volume sampah, program CSR ini sejalan dengan kurikulum jurusan teknik energi terbarukan yang ada di SMKN 2 Kota Bekasi.
“Selain digunakan untuk mengelolah sampah jadi bahan energi, ini juga bagian dari proses pembelajaran. siswa jurusan ini akan ada media belajar dan langsung terlibat dalam proses pengelolaan sampah yang di peuyemisasi menjadi briket,”ujarnya.

Proses kegiatan CSR ini sudah berjalan selama 6 bulan mulai dari Mou, penelitian, uji coba produk hingga melibatkan masayarakat sekitar dan perusahaan. “Kita memfaatkan sampah dari masayarakat melalui kerjasama dengan karang taruna. Dengan kerjasama ini ekonomi dilingkungan masyarakat akan bertumbuh. Nanti sampah akan kita olah menjadi briket sebagai penganti batubara dan kita supply ke perusahaan,”jelasnya.
Menurutnya, pengelolahan sampah melalui proses peuyeumisasi mampu membantu Pemkot Bekasi sebagai bentuk solusi penggurangan sampah. Sampah yang selama ini hanya ditumpuk ternyata bisa menjadi sumber energi.

“Memang perjalanan kearah sana tidak semudah yang kita bayangkan. Tapi setidaknya kita sudah berbuat dalam sekala kecil dulu. Jika nanti disetiap RW bisa sepeti ini, sampah tidak ada karena diolah mejadi energi,”bebernya.
Kedepan ia berharap, pemerintah Kota Bekasi bisa mengembangkan program ini dilevel kelurahan. Pasalnya jika hal ini ditekuni bisa menjadi solusi masalah untuk masyarakat diperkotaan. Sampah yang dibuang begitu saja tanpa ada manfaat ternyata dengan ilmu teknologi dan pengetahuan bisa menjadi manfaat yang luar biasa.
“Kami berharap Pemerintah Kota Bekasi mendukung kami mengembangkan program ini sehingga menjadi potensi lokal bisa termanfaat bagi Kota Bekasi walaupu kecil nilainya. Saya yakin jika Pemkot mendukung bisa menjadi lebih besar lagi manfaat bagi Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat.”pungkasnya










