Dekatnya Pemilu 2024 menandai maraknya penyebaran berita hoax di berbagai media. Dampak negatifnya terasa dalam kehidupan berbangsa dan negara, memecah persatuan anak bangsa, dan berpotensi mengancam keberlangsungan negara.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfostandi) Kota Bekasi sangat mengapresiasi kolaborasi Diskominfostandi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Bekasi Raya dalam upaya melawan berita hoax. Mereka telah menginisiasi Kelas Cek Fakta sebagai sarana literasi digital bagi mahasiswa dan pelaksana perguruan tinggi.

Peserta Kelas Cek Fakta diajak untuk mengenali ciri-ciri berita bohong (hoax) dengan cara memverifikasi setiap informasi yang mereka terima secara digital. Hudi Wijayanto, Kepala Dinas Diskominfostandi, menyatakan harapannya bahwa mahasiswa dari empat kampus yang terlibat dalam Kelas Cek Fakta secara daring (online) dapat menjadi agen perubahan, menyebarkan pengetahuan dan keterampilan pencekalan berita hoax.
Dalam pelaksanaan Kelas Cek Fakta, 160 peserta berasal dari empat kampus, yaitu STMIK Pranata Indonesia, STBA Cipto Hadi Pranata, STIAMI, dan Universitas Bina Insani. Hudi Wijayanto menjelaskan bahwa inisiatif Kelas Cek Fakta tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa, tetapi juga kepada masyarakat dan aparat pemerintah, terutama di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Mereka berencana untuk memberikan pelatihan cek fakta guna mengatasi berita hoax.

Kelas Cek Fakta secara daring (online) melibatkan Koordinator Wilayah Bekasi Raya, Budi Indaryadi, dengan Aprilius Raka sebagai narasumber. Sementara itu, Kristien Mey Triana, Sari Liana, dan Muhammad Handar berperan sebagai fasilitator, sedangkan Benny Tunggul bertindak sebagai PIC fasilitator. Pelatihan berlangsung dari jam 08.00 hingga 12.00 dengan memanfaatkan fasilitas Learning Management System (LMS) Mafindo. Selama pemaparan materi, peserta diberikan kesempatan untuk mendapatkan 10 hadiah e-wallet melalui pertanyaan yang disampaikan moderator.

Aprilius Raka memberikan peringatan tentang bahaya berita hoax yang mungkin dihadapi oleh masyarakat menjelang Pemilu. Munculnya cyberbullying yang ditujukan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan target berita hoax menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk melakukan cek fakta melalui beberapa aplikasi pengecekan berita hoax seperti Kamlimasada (hubungi: 085921600500) atau Hoax Buster Tools.
Peserta dari STIAMI, Muhammad Rizky Fadilah, dan Suntinah dari STBA CHP sangat mendukung inisiatif Kelas Cek Fakta, dan mereka berharap agar kegiatan serupa dapat diadakan untuk generasi Z, termasuk siswa SLTP, SLTA, dan mahasiswa. Tujuannya adalah mencegah peristiwa bullying di sekolah dan potensi tawuran. Mereka juga memandang pentingnya Kelas Cek Fakta di tingkat kecamatan di Kota Bekasi untuk mencegah perpecahan akibat berita hoax. Mereka menyampaikan pesan sederhana, “Saring dulu baru Sharing dan Cek Fakta dulu baru Bicara.”












