BEKASI – Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah III, H. I Made Supriatna S.Pd. M.Si., memimpin rapat dinas yang berlangsung di SMAN 10 Kota Bekasi pada Rabu (6/3/2024).
Rapat dinas ini juga menjadi panggung penandatanganan sister school untuk kota Bekasi, di mana SMAN 11 Kota Bekasi berkolaborasi dengan SMKN 7, sedangkan di Kabupaten Bekasi, SMAN 1 Bojongmangu dan SMKN 1 Cibitung Pusat menjalin kemitraan.
Selain itu juga digelar Pickleball KCD Cup dengan pesertanya para guru SMA dan SMK bidang jasmani olahraga kesehatan yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
H I Made Supriatna S.Pd. M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya untuk memberikan lifeskill kepada siswa SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Kerja sama dengan SMK diinisiasi untuk memberikan vokasi skill kepada siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Ini akan melibatkan kurikulum bersama, MoU, dan pembelajaran praktik di SMK,” ujarnya.
Transformasi pendidikan ini melibatkan kelas 10, 11, dan 12, dengan fokus pada siswa kelas 12 yang telah menyelesaikan ujian akhir. Program kecakapan yang diberikan akan mempersiapkan mereka untuk dunia usaha dan industri.
“Kegiatan dilaksanakan mulai dari kelas 10, 11, dan 12. Tapi target untuk dua sekolah kita targetkan untuk kelas 12 karena mereka sudah melaksanakan ujian akhir, maka dia akan diberikan program kecakapan itu,” ujarnya.
Sementara, Kepala SMAN 11 Kota Bekasi,
Widjajanti, berbagi pengalaman positif dengan pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolahnya.
“Satu tahun yang lalu, kami memulai digital marketing dan berhasil menarik minat siswa. Beberapa di antara mereka bahkan telah mandiri dalam berjualan online dan bahkan mampu membeli kendaraan sendiri,” katanya
Untuk tahun kedua, SMAN 11 akan bekerjasama dengan SMKN 7 dalam pembelajaran digital marketing. Selain itu, kegiatan bersih-bersih AC juga diadakan, di mana siswa SMAN 11 terlibat dalam kegiatan di SMKN 7, memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar dan berkembang secara mandiri.
“Kami berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama yang positif ini untuk menciptakan siswa yang mandiri dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” tambah Widjajanti.(*)






