Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan aparatur sipil negara menggelar doa bersama, shalat hajat, dan ghaib di Plaza Pemkab Bekasi. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan munajat bersama agar bangsa Indonesia senantiasa aman, tenteram, dan dijauhkan dari segala musibah.
Pesan Bupati Bekasi:
- Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menegaskan bahwa doa bersama ini dilakukan untuk memohon keselamatan bangsa, khususnya agar Kabupaten Bekasi tetap kondusif di tengah dinamika yang sedang terjadi di berbagai daerah.
- Pemerintah daerah terus melakukan upaya menjaga stabilitas wilayah dengan menjalin komunikasi aktif bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kalangan pemuda.
Kebijakan Meliburkan Kegiatan Belajar Tatap Muka:
- Bupati Ade Kuswara menyebut langkah tersebut diambil sebagai upaya pencegahan untuk menjaga keselamatan anak-anak.
- Kegiatan belajar tatap muka diliburkan sementara dan digantikan dengan pembelajaran jarak jauh.
Imbauan untuk Masyarakat:
- Bupati Ade mengimbau masyarakat Kabupaten Bekasi agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
- Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, bersabar, dan berdoa, serta mempercayakan kepada pemerintah dan aparat untuk menjaga situasi.
Pengamanan dari Kepolisian:
- Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Mustofa, menegaskan bahwa TNI-Polri telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi pergerakan massa.
- Pengamanan dilakukan sejak beberapa hari lalu di sejumlah titik rawan, termasuk area pemerintahan, kepolisian, dan lokasi yang berpotensi menjadi titik kumpul penyampaian aspirasi.
Pengawasan terhadap Pelajar:
- Kapolres mengingatkan agar para orang tua mengawasi anak-anaknya, terutama yang masih SMP dan SMA, agar tidak ikut-ikutan aksi yang tidak jelas.
- Pada aksi sebelumnya, pihaknya sempat mengamankan ratusan pelajar yang hendak menuju Jakarta tanpa mengetahui tujuan mereka.











