KOTA BEKASI – Menjelang musim hujan, masalah penerangan jalan dan saluran air yang tersumbat menjadi perhatian utama warga RW 06A, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat. Aspirasi ini disampaikan secara langsung kepada Anggota DPRD Kota Bekasi, Gilang Esa Mohamad, dalam kegiatan resesnya, Selasa (11/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, warga mengeluhkan beberapa titik yang gelap akibat kurangnya Penerangan Jalan Umum (PJU), yang dinilai rawan menimbulkan tindak kriminal. Selain itu, kondisi saluran air yang memprihatinkan juga dikhawatirkan akan memicu genangan dan banjir ketika hujan tiba.
Menanggapi hal ini, Bang Gilang, sapaannya, menyatakan komitmennya untuk mendorong dua masalah ini menjadi prioritas perbaikan.
“Kami akan berkoordinasi intensif dengan dinas terkait. Titik rawan banjir dan lokasi yang membutuhkan PJU harus segera ditangani, terlebih dengan ancaman hujan di depan mata,” tegas politisi PDI Perjuangan dari Komisi II ini.
Ia juga mengakui tantangan anggaran akibat efisiensi dari pemerintah pusat. Situasi ini, menurutnya, menuntut ketepatan yang lebih tinggi dalam menetapkan skala prioritas.
“Justru di saat anggaran ketat seperti ini, suara warga yang menyoroti kebutuhan mendasar seperti PJU dan saluran air harus kita dorong lebih keras agar masuk dalam program pemda,” tambah Gilang.
Kehadiran Gilang yang langsung turun ke lapangan mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai pendekatan seperti ini merupakan angin segar yang diharapkan dapat mempercepat pembangunan di wilayah mereka.
Di akhir reses, Gilang berpesan agar warga tetap aktif menyampaikan aspirasi dan turut serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah banjir.
“Peran serta masyarakat sangat penting. Kami di DPRD akan terus berjuang mewujudkan aspirasi ini menjadi kebijakan nyata yang berpihak pada rakyat,” pungkasnya. (Ads)







