Penulis oleh Dr. Rustomo, S.E., M.M.
UNIVERSITAS PERTIWI – Pentingnya pembelajaran mandalam (deep learning) mengukur kemampuan belajar dari pengalaman dalam skala tertentu dan mengidentifikasi pola. Merupakan program prioritas di Kemenristekdikti dan Kemendikdasmen era baru implementasi “Praktik Baik”. Program wajibkan bagi SD, SMP, SMA, SMK serta Perguruan Tinggi. Deep learning merupakan pendekatan pengajaran berfokus pemahaman konsep mendalam (meaningful learning), kesadaran diri (mindful learning), dan suasana menyenangkan (joyful learning), bukan hanya menghafal.
Guru mampu mempersiapkan keterampilan masa depan, hasil lulusan mahir menggunakan teknologi AI dibutuhkan masa depan. Guru yang berpengetahuan tentang deep learning dapat membantu siswa mempersiapkan diri untuk bekerja di bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) dengan memasukkan keterampilan berpikir kritis terkait AI ke dalam kurikulum sekolah. Universitas Pertiwi memiliki pengalaman pada pendampingan deep learning praktik baik kerjasama antara Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Jakarta dan Jawa Barat dengan Keputusan Komitmen Bersama Nomor: 01667/H1/GTK.01.01/2025, tanggal 2 November 2025 tentang penyelenggaraan pelatihan deep learning praktik baik In 2 terdiri dari 4 (empat) batch mulai tanggal 5 – 29 November 2025.

Tim Pengabdian Universitas Pertiwi pada Rabu, 3 Juni 2026 bertempat di SD Al-Azhar Syifa Budi Legenda Bekasi dimana Dr. Rustomo, S.E., M.M. sebagai koordinator tim, bersama Fauzobihi, S.Pd., M.Pd. serta Cand Dr. Mutdi Ismuni, S.E., M.M. diskusi dengan pakar pendidikan Pengawas Madya Jenjang SD Kris Yudha Suprihatin bersama Kepala Sekolah Dasar Se-Kecamatan Tambun Selatan. Memberikan pelatihan dan pemahaman atas deep learning praktik baik ranah Artificial Intelligence (AI). Bagaimana Kepala Sekolah dapat mengimplementasikan pembelajaran mendalam bagi siswa membangun mindful learning dengan suasana menyenangkan. Kecangihan AI menyajikan kemudahan ini dapat di manfaatkan bagi guru dalam menyampaikan pemebelajaran sehingga siswa mampu berfikir kritis, tidak hanya menghafal.







