
KABUPATEN BEKASI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan mandat tegas kepada Bupati Bekasi Asep untuk memimpin dengan turun langsung ke lapangan dan menghapus praktik titip-menitip proyek. Ia menetapkan target ambisius: tahun 2027 tidak boleh ada lagi jalan rusak dan sekolah jelek di Kabupaten Bekasi.
KABUPATEN BEKASI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan mandat tegas kepada Bupati Bekasi Asep untuk memimpin dengan turun langsung ke lapangan dan menghapus praktik titip-menitip proyek. Ia menetapkan target ambisius: tahun 2027 tidak boleh ada lagi jalan rusak dan sekolah jelek di Kabupaten Bekasi.
Dedi meminta Asep memimpin birokrasi secara tegas dan berorientasi pada hasil. Ia mengingatkan agar pengadaan barang dan jasa dilaksanakan secara terbuka, berdasarkan profesionalitas, serta bebas dari intervensi maupun praktik pembagian proyek.
“Lakukan seluruh pekerjaan, lelang secara terbuka. Yang menangnya adalah profesional. Bupati enggak boleh dititip-titip siapa yang akan menang. Terserah siapa yang terbaik,” tegasnya.
Ia juga mendorong kepala perangkat daerah, camat, dan lurah untuk turun langsung memantau kondisi masyarakat. Menurutnya, kepemimpinan tidak cukup dijalankan dari balik meja, tetapi harus dibuktikan melalui pengawasan pelayanan, kondisi lingkungan, dan penyelesaian persoalan di lapangan.
“Saya minta Bapak-Bapak jangan jadi bupati kantoran. Harus jadi bupati trotoar, bupati sawah, bupati kebun, bupati pabrik. Muter tiap hari, pulang ke rumah jam 10, tidur, besok berangkat lagi,” ujarnya.
Dedi turut mengingatkan agar kepala daerah menjaga integritas dan tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan bisnis pribadi.
“Bupati fokus pada pekerjaan. Saya yakin gaji Bapak sudah cukup. Kalau sudah sukses di Bekasi, kariernya masih panjang. Buat yang terbaik di Bekasi,” katanya.
Menutup arahannya, Dedi menetapkan target perbaikan infrastruktur dan pendidikan yang harus menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Bekasi pada 2027.
“Pesan terakhir, targetin, tahun 2027 tidak boleh ada lagi jalan bolong di Bekasi. Tahun 2027 tidak boleh lagi ada sekolah jelek di Bekasi. SMA dan SMK juga harus bisa bekerja di pabrik-pabrik yang ada di Bekasi,” pungkasnya.



