DEPOK, SwaraBekasi – Gagal di nomor basket 5×5, Kota Bekasi kini mengincar medali dari nomor basket 3×3 pada Porprov XV Jawa Barat 2026.
Tim basket putri Kota Bekasi terhenti di babak 8 besar setelah kalah dari Kabupaten Bogor dengan skor 44-59. Sementara tim basket putra juga terhenti di babak yang sama setelah kalah dari Kota Bogor dengan skor 44-76.
Wakil Ketua Umum Perbasi dan juga Koordinator Kontingen wilayah Depok, Rizky Candratyawan, menyebut kegagalan di basket 5×5 harus menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi atlet, pengurus, maupun bidang pertandingan, demi kemajuan bola basket Jawa Barat.
“Anak-anak sudah bermain secara maksimal, kita harus apresiasi. Kita sama-sama saling berbenah, baik dari atlet, pengurus, maupun sampai ke bidang pertandingannya juga, kita sama-sama saling evaluasi,” ujar Rizky.
Kini harapan Kota Bekasi dialihkan ke nomor basket 3×3 yang akan dipertandingkan pada 10 November di Depok. Dengan skuad yang berbeda dari nomor 5×5, tim putra-putri diharapkan bisa tampil lebih segar dan membawa pulang medali.
“Kita ada basket 3×3 juga nanti tanggal 10, kita akan main di Depok juga, putra-putri, kita berharap kita masih bisa membawa emas,” kata Rizky.
Sementara itu, kekalahan di nomor basket 5×5 juga menyisakan kekecewaan mendalam terkait kepemimpinan wasit. Pelatih tim bola basket Kota Bekasi, Agustus Leo Lumban Gaul, mengaku kecewa dengan keputusan wasit yang dinilainya fatal dan fundamental.
“Ya, kami kecewa dengan keputusan wasit yang benar-benar fundamental dan fatal. Itu sangat mempengaruhi moral anak-anak,” ujar Agustus Leo Lumban Gaul.
Menurutnya, persoalan kualitas kepemimpinan wasit bukan hanya terjadi pada satu pertandingan. Hal tersebut dialami tim Kota Bekasi sejak pertandingan pertama hingga pertandingan keempat.
“Dan sedihnya itu selalu terjadi di tim kami, sejak game pertama hingga game keempat ini. Ini menjadi catatan penting bagi Porprov Jawa Barat untuk melihat kualitas wasit-wasitnya yang benar-benar under perform,” katanya.
Meski demikian, pihak tim tidak ingin berlarut dalam kekecewaan. Pelatih menegaskan akan menyampaikan laporan resmi kepada Pengcab Perbasi Kota Bekasi untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
“Yang pasti saya sebagai pelatih akan menyampaikan laporan ke Pengcab kami, untuk selanjutnya Pengcab yang akan memberikan tindak lanjut,” ujarnya.









