Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa persoalan sampah di Kota Bekasi kini telah masuk kategori darurat. Peristiwa longsornya sampah akibat hujan beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah harus menjadi perhatian utama.
Pemerintah Kota Bekasi mengusung konsep pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis teknologi dan partisipasi warga. Salah satu inisiatif yang digalakkan adalah sedekah sampah yang setiap Jumat digelar di kantor.
Wali Kota juga menyebutkan teknologi daur ulang plastik yang diolah menjadi kantong ramah lingkungan dan pemanfaatan sampah organik menjadi eco-enzyme. Warga juga diajak untuk mengubah sampah anorganik menjadi pakan maggot dan mendukung industri daur ulang lokal.
Dengan meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun, Pemkot Bekasi berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sampah. Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Kota Bekasi. “Kita satukan gerakan, karena tiap pajak yang dibayar dari hasil masyarakat sendiri tentunya balik lagi ke masyarakat dalam mengurus sampah setiap harinya,” tutup Tri.






