NADHIRA FEBIASYIFA HERYADI  Dari Sanggar Jatiwarna ke Panggung Nasional

Bekasi – Di balik senyum ramah dan seragam SMPN 34 Bekasi, Nadhira Febiasyifa Heryadi menyimpan jejak langkah yang tak biasa untuk anak seusianya. Di usia 12 tahun, ia telah mengoleksi tiga piala tingkat nasional, manggung di Gedung Kesenian Jakarta, dan kini menyandang status penari senior Kelas Laksmi di sanggarnya.

Anak bungsu 4 bersaudara dari pasangan Fajar Heryadi dan Susilowati ini mulai jatuh cinta pada tari tradisional sejak kelas 5 SD di Jatiwarna. “Awalnya iseng ikut teman ke Sanggar Pilar Budaya Puri Gading. Ternyata ketagihan ,” kenang Nadhira.

Kecintaannya pada gerak dan irama membawanya berlatih rutin dua kali seminggu di Sanggar Svadara Jatiwarna hingga kini. Sanggar itu membagi kelas dari junior sampai senior. Karena dinilai serius dan disiplin, Nadhira kini dipercaya masuk kelas Laksmi, yaitu kelas senior yang hanya diisi penari pilihan.

“Kedisiplinan dalam latihan serta kebugaran dalam melakukan gerak menjadi modal utama penari tradisional,” ujar Nadhira. Lanjutnya kalau nggak disiplin, gerakannya nggak akan luwes. Kalau nggak bugar, napasnya habis di tengah tarian.

Prinsip itu ia pegang teguh. Latihannya tidak main-main. Seminggu dua kali, kalau mau _event_ bisa tiap hari. Capek, tapi kata Ibu: _“Lebih baik capek berdisiplin daripada capek menyesal,”_ ujarnya mengutip motto hidupnya.

Motto itu ia buktikan. Pada 2024, ia meraih Juara 1 Tingkat Nasional Kategori Grup Sekolah Dasar di TMII Anjungan Bengkulu. Setahun berikutnya, dua piala Juara 2 Tingkat Nasional Kategori Penari Tunggal Lomba Tari Daerah Nusantara 2025 berhasil ia bawa pulang.

Tak hanya lomba, panggung megah pun sudah ia jamah. Nadhira pernah tampil di Gedung Kesenian Miss Tjitjih* Cempaka Putih, Pusat Pelatihan Seni Budaya Jakarta Selatan, dan Gedung Kesenian Jakarta Pasar Baru. “Deg-degannya beda kalau manggung di GKJ,” katanya sambil tertawa.

Di SMPN 34 Bekasi, kelas 7, Nadhira tak berhenti menari. Ia aktif di ekstrakurikuler tari dan tercatat sebagai anggota OSIS. “Di OSIS belajar tanggung jawab, di sanggar belajar _telaten_ dan _andap asor_. Nyambung,” ujarnya.

Tahun 2026, Nadhira disekolahnya sebagai peserta FLS2N tingkat SMP Kota Bekasi. Cita-citanya sederhana: “Saya ingin Tari Topeng Bekasi dikenal dunia. Budaya itu nilai yang bikin hidup kita terarah.”

Dari Jatiwarna ke panggung nasional, Nadhira membuktikan bahwa disiplin sejak kecil bukan beban, melainkan jalan menuju masa depan yang cerah. Seperti nama sanggarnya, Svadara, yang berarti sahabat, tari telah menjadi sahabat terbaik dalam hidupnya.

INFO SEKILAS NADHIRA

Nama : Nadhira Febiasyifa Heryadi

TTL : Jakarta, 10 Februari 2014

Sekolah: SMPN 34 Kota Bekasi, Kelas 7

Sanggar : Svadara Jatiwarna – Kelas Laksmi

Prestasi Nasional* :

1. Juara 1 TMII Anjungan Bengkulu 2024

2. Juara 2 Tari Tunggal Nusantara 2025

3. Juara 2 Tari Tunggal Nusantara 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *