BEKASI – Puisi berjudul “Penjara Memorabilia” mengantarkan siswa SMAN 10 Kota Bekasi, Nicesila Astagina Kireiriko, menjadi juara 1 lomba Cipta Puisi dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kota Bekasi.
Lewat puisinya, Sila-sapaannya- mengungkapkan tema tentang prestasi dalam kesenian. Sosok penulis dalam puisi tersebut di masa lalunya kurang diapresiasi oleh lingkungan sekitar, sehingga dia mendapatkan memori yang tidak menyenangkan atas prestasinya sebagai penulis.
Di akhir puisi, penulis menggambarkan kesuksesan meraih prestasi melalui sastra yang ia bawakan dan cintai, meskipun awalnya tidak diapresiasi oleh lingkungan sekitar.
Sila mengaku mulai menulis puisi sejak kelas 1 SMP. Ia merasa sangat senang karena ini pertama kalinya mengikuti lomba secara offline. Sebelumnya hanya mengikuti lomba cipta puisi secara online.
“Sebelumnya, saya ikut lomba Cipta Puisi di Unisma Malang. Ini pengalaman baru saya mengikuti lomba Cipta Puisi offline,” ucapnya saat berbincang dengan Swara Bekasi.
Menurut Sila, puisi adalah suatu bentuk karya sastra yang memungkinkan untuk meluapkan perasaan dan kreativitas.
“Puisi di zaman sekarang atau puisi modern itu tidak terikat dan kalian bebas mengekspresikan apa pun di situ. Jadi, menurut saya, dengan adanya puisi ini, kita sebagai anak muda pelajar bisa mengungkapkan berbagai perasaan,” kata |Sila putri pertama dari empat bersaudara pasangan Sugiyanto dan Sulastri.
Nicesila juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang selalu membimbingnya hingga mencapai jenjang saat ini. Ia berpesan kepada teman-temannya agar tidak mengikuti keinginan orang lain.
“Lakukan apa pun yang kalian mau dan jangan mengikuti ekspektasi orang lain karena kalian berada di jejak kalian sendiri dan akan mencapai dari jejak kalian sendiri. Jadi, jangan memenuhi ekspektasi orang lain tetapi penuhi jalan kalian sendiri,” ujarnya sambil tersenyum. (*)






