Oleh Drs H. Ayung Sardi Dauly Sekretaris BMPS Kota Bekasi.
Prilaku negativ bohong hampir terjadi di semua lini, dari penyenggara pemerintahan, masyarakat, keluarga dan tidak terkecuali di lingkungan pendidikan.
Ironis memang kalau terjadi di Lingkungan Pendidikan karena seharusnya Lingkungan Pendidikan mengajarkan perilaku jujur.
Namun bila kita telisik ke belakang saat sekolah masih menerapkan Ujian Nasional malah kebohongan dilakukan secara berjamaah.
Terkait sikap kejujuran di lingkungan penegak hukum khususnya instansi Polri Ada statemen Abdul Rahman Wahud yang akap di pangil Gusdur “ Polisi jujur hanya ada tiga satu patung polisi, kedua polisi t idur, ketiga polisi Hugeng” ujar nya disebuah kesempatan
Ini menandakan negara kita krisis kejururan, Pemerintahanpun di bangun dengan ketidakjujuran, Para anggota parlemenpun mengubar janji yang tak mungkin dilaksanakan untuk bisa masuk parlemen, berbohong untuk Dapat Kursi.
Paling ironisnya pimpinan negara mempertontonkan kebohongan demi kebohongan. Jadi saat ada yang berkata Jujur malah di pukul “Seperti ada istilah paku lurus yang di pukul paku bengkok di biarkan.”
Prilaku jujur harus diawali dalam lingkungan kecil keluarga, masyarakat dan pemerintah. bukan berarti tidak ada pribadi yang jujur saat ini tapi sulit memilah dan memilih. Jujuran berawal dari pribadi yang bersih, bersih yang di makan, bersih yang dipakai, bersih sumber pendapatannya.












