Pemkot Bekasi Buka Klinik Pengembangan Bisnis untuk UKM dan IKM

 

Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian membuka Klinik Pengembangan Bisnis untuk membantu Usaha Kecil dan Menegah (UKM ).dan Industri Kecil dan Menegah (IKM). meningkatkan usahanya. Klinik ini menggandeng pakar-pakar dari Universitas As Syafiyah, BPRS Patriot Kota Bekasi, BJB  Balai Besar Pelatihan Vokasi Produktivitas (BBPVP) atau Cevest  Akademi Pimpinan Perushaan Kementrian Perindustrian untuk membantu UKM dan IKM secara komperhensif dalam manajemen, pembiayaan, dan pemasaran.

“UKM dan IKM merupakan tulang punggung perekonomian kota Bekasi, mereka bukan hanya penggerak ekonomi kerakyatan tetapi pencipta lapangan kerja inovator produk lokal serta penjaga stabilitas ekonomi daerah,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, saat peluncuran Klinik Pengembangan Bisnis di Diskominfo Center, Rabu (3/12/25).

Ika menjelaskan bahwa pemerintah kota Bekasi memberikan perhatian khusus dan serius terhadap peningkatan kapasitas kualitas produk dan perluasan bagi seluruh pelaku usaha. “Kami punya program ini nanti Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas ( BBPVP) dalam pengembangannya bekerjasama dengan pemerintah kota dalam hal ini,” tambah Ika.

Kegiatan coaching klinik ini merupakan peran pemerintah dalam memberikan pendampingan lebih terarah dan berkelanjutan melalui pelatihan konsultasi teknik, akses pembiayaan, penataan manajemen usaha, perizinan, standarisasi produk hingga strategi pemasaran.

“Tantangan dunia usaha saat ini semakin kompleks, transformasi digital, perubahan perilaku konsumen hingga tuntutan sertifikasi mutu menuntut pelaku usaha untuk terus beradaptasi agar seluruh pelaku usaha memanfaatkan fasilitas untuk membangun jejaring yang lebih luas,” kata Ika.

Kabid Perdagangan Disdagperin Kota Bekasi, Rini Desmiati, menambahkan bahwa banyak UKM dan IKM yang membutuhkan tenaga ahli untuk membimbing mereka dalam membesarkan usaha. “Dari banyaknya keluhan UKM bagaimana cara membesarkan usaha kemudian tantangan ternyata mereka butuh tenaga ahli yang membimbing mereka,” kata Rini.

Rini menjelaskan bahwa klinik ini akan membantu UKM dan IKM dalam manajemen, pembiayaan, dan pemasaran. “Pakar akan membantu bagaimana membuat kemasan produk produk UKM kita juga butuh bagaimana kemasan yang menarik untuk dijual kita mengandeng akademisi untuk membuat desain kemasan ” terang Rini

Lanjut Rini untuk pembiayaan pendamping dari BPRS serta BJB.

Pemerintah kota Bekasi berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem UKM melalui penyedia ruang usaha, fasilitas promosi, kemudahan perizinan, pendamping ekspor, hingga kerjasama pihak swasta dan keuangan. Semua ini dilakukan agar pengusaha lokal semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar global.

Kegiatan hari ini sudah ada 198 pelaku usaha yang mendaftar melakukan konsultasi, dan Rini berharap pelaku UKM dapat meningkatkan kompetensi, memperbaiki kualitas produk, dan mengoptimalkan ekspansi pasar baik lokal maupun nasional serta internasional.

Dalam acara tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono dihadapan para pelaku UKM dan IKM Wiwiek  memberikan motivasi para pelaku UMK dan IKM  untuk terus bersemangat membesarkan usahanya serta mempelajari menejemen keuangan agar modal dapat berkembang. “ Bapak ibu pelaku UMK dan IKM yang   hebat  terus semangat untuk mengembangkan usahanya dan terus pelajari menegemen keuangan agar madol usaha bapak ibi dapat Berkembang “ Kata Wiwiek Hargono Istri Wali kota Bekasi   yang  memiliki   berlatar belakang sebagai Pelaku UKM (tch)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *