
Bekasi, Selasa, 27 Oktober 2026 — SMP Strada Bhakti Wiyata melaksanakan serangkaian kegiatan edukatif yang mengajak para siswa untuk semakin peduli terhadap lingkungan, menyadari kasih orang tua, serta mengenal sejarah perjuangan bangsa.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX dengan aktivitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran dan pembentukan karakter masing-masing jenjang.
Siswa Kelas VII dan VIII Aksi Nyata Peduli Lingkungan melalui World Cleanup Day. Pada pukul 07.00–08.00 WIB, siswa kelas VII dan VIII melaksanakan kegiatan World Cleanup Day (WCD) secara serentak di lingkungan sekolah, halaman, serta area gereja.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menumbuhkan kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Dengan penuh semangat, para siswa bergotong royong mengumpulkan sampah yang ditemukan di area kegiatan.
Sampah yang terkumpul kemudian dipilah menjadi tiga kategori, yaitu sampah organik, sampah anorganik berupa botol-botol plastik, dan sampah residu.
Dari kegiatan tersebut, diperoleh hasil pengumpulan sampah sebagai berikut:
– Sampah organik: 18 kg
– Sampah anorganik: 1 kg
– Sampah residu: 0,6 kg
Total sampah yang terkumpul mencapai 19,6 kg. Hasil ini menunjukkan bahwa aksi sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak nyata bagi kebersihan lingkungan.
Melalui kegiatan WCD, siswa tidak hanya diajak membersihkan lingkungan, tetapi juga belajar memahami pentingnya memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Sekolah Adiwiyata yang terus dikembangkan SMP Strada Bhakti Wiyata.
Diharapkan, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari yang tumbuh dalam diri setiap siswa.
Siswa Kelas IX Mengikuti Rekoleksi Bertema “Cintamu Mengubah Hidupku”
Sementara itu, siswa kelas IX mengikuti kegiatan rekoleksi di Civita Youth Camp dengan tema “Cintamu Mengubah Hidupku”. Kegiatan ini mengajak para siswa untuk semakin menyadari kasih Tuhan yang hadir melalui orang tua dan orang-orang yang senantiasa mendukung perjalanan hidup mereka.
Dalam rekoleksi ini, siswa diajak memahami bahwa kasih orang tua sering kali diwujudkan melalui kerja keras, pengorbanan, perhatian, dan usaha untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Melalui tayangan film-film pendek tentang perjuangan orang tua, siswa diajak melihat kembali berbagai bentuk kasih yang mungkin selama ini mereka terima, tetapi belum sepenuhnya mereka sadari.
Salah satu kegiatan yang menarik adalah mengajak siswa menghitung perkiraan biaya hidup dan kebutuhan pribadi selama tiga bulan. Berbagai kebutuhan diperhitungkan, mulai dari uang sekolah, buku, pakaian, kuota internet, produk perawatan diri (skincare), dan kebutuhan lainnya. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin memahami besarnya tanggung jawab dan pengorbanan orang tua dalam mendukung pendidikan serta kehidupan mereka.
Siswa juga diajak menyaksikan tayangan tentang Nick Vujicic, seorang motivator yang terlahir tanpa lengan dan kaki, tetapi mampu menjalani kehidupan secara mandiri dan menginspirasi banyak orang. Kisah tersebut menjadi sarana refleksi tentang rasa syukur, ketangguhan, semangat untuk terus berjuang, dan kemampuan untuk tidak menyerah menghadapi keterbatasan.
Pada bagian akhir rekoleksi, siswa diberi kesempatan untuk berefleksi secara pribadi, menyusun komitmen untuk memperbaiki diri, serta menuliskan surat kepada papa, mama, atau siapa pun yang selama ini menjadi support system dalam kehidupan mereka. Melalui surat tersebut, siswa diajak mengungkapkan rasa terima kasih, kasih sayang, dan penghargaan kepada orang-orang yang telah mendampingi serta mendukung mereka.

Rekoleksi ini diharapkan membantu siswa menjadi pribadi yang lebih bersyukur, peduli, rendah hati, dan mampu menunjukkan kasih melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenal Sejarah Perjuangan TNI melalui Studi Lapangan ke Museum Satria Mandala
Setelah mengikuti rekoleksi, siswa kelas IX melanjutkan kegiatan pembelajaran melalui studi lapangan ke Museum Satria Mandala yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Di museum ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI), perkembangan pertahanan Indonesia, serta berbagai koleksi yang berkaitan dengan perjalanan dan perjuangan TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Para siswa dapat belajar melalui koleksi sejarah dan persenjataan yang dimiliki TNI. Pengalaman belajar secara langsung di museum diharapkan dapat membantu siswa menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan bukti-bukti sejarah yang mereka amati.
Kunjungan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, menghargai jasa para pejuang, serta memahami pentingnya semangat pengabdian, kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menumbuhkan Pribadi yang Peduli, Bersyukur, dan Berkarakter
Melalui rangkaian kegiatan pada Selasa, 27 Oktober 2026, SMP Strada Bhakti Wiyata terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengalaman nyata.
Aksi World Cleanup Day menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan semangat gotong royong. Rekoleksi mengajak siswa menyadari kasih Tuhan melalui orang tua dan orang-orang terdekat, sedangkan studi lapangan ke Museum Satria Mandala memperkaya wawasan sejarah serta menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Ketiga kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya SMP Strada Bhakti Wiyata untuk membentuk generasi muda yang peduli, bersyukur, bertanggung jawab, cinta lingkungan, dan berjiwa nasionalis, selaras dengan semangat sekolah: Magis, Dinamis, dan Berkarakter.(*)



