Benny Tunggul: BLK Harus Jadi Laboratorium Industri Peningkatan Kompetensi

KOTA BEKASI – Ketua Forum Komunikasi Lembaga Perlatihan Industri Daerah Jawa Barat, Benny Tunggul, menyebut BLK sudah semestinya menjadi laboratorium industri dalam peningkatan kompetensi sertifikasi tenaga kerja.

Hal tersebut disampaikan Benny Tunggul dihadapan Teppy Wawan Dharmawan kepala DisnakerTrans Jawa Barat pada saat pelaksanaan kegiatan Tailor Made Training (TMT) di Balai Latihan Kerja Kompetensi Jabar pada Rabu 17 Juli 2024.

“Kami berharap BLK se-Jabar dapat menjadi laboratorium Industri dalam peningkatan kompetensi. Kedepan tenaga industri diwajibkan memiliki kompetensi keterampilan dan sertifikasi yang dikeluarkan oleh BLK,”ungkap Benny Tunggul.

Benny berharap, program pelatihan kerja berbasis permintaan industri ini, dapat membantu mengurangi angka pengangguran di Jawa Barat dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di sektor industri.

Diketahui, dalam pelaksanaan TMT diikuti 64 peserta masyarakat umum ataupun para mahasiswa  yang nantinya akan direkrut oleh  3 perusahaan  setelah  mengikuti Tailor Made Training Industri di BLK Kompetensi Propinsi yaitu

:

1. PT. Konsultama Inti Sinergi Solusindo, dengan 32 peserta pelatihan bidang Digital Marketing dan Teknologi Informatika dan Komputer.
2. PT. Bacarthas, dengan 16 peserta pelatihan bidang Body Repair.
3. PT. JAECC, dengan 16 peserta pelatihan bidang Fillet Welder.

Menurut Benny, konsep training TMT ini penting dilaksanakan, karena melalui pendekatan ini Perusahaan dapat memastikan bahwa karyawannya dilatih untuk memiliki keterampilan sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang dapat memberikan kontribusi lebih besar kepada perusahaan

Manfaat utama dari fungsi training dengan pemanfaatan penempatan tenaga kerja adalah meningkatkan produktifitas karyawan selain efisiensi peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

“Selama 20 hari kedepan, 64 peserta pelatihan akan mengikuti pelatihan secara teknis dan teori, peserta teridiri dari UMKM yang ingin meningkatkan keterampilan dalam hal wiraswasta mandiri, ditengah kian ketatnya persiangan UMKM,”tandasnya.

Pelaksanaan pelatihan ini terlaksana atas dukungan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi dalam menjawab tantangan terbuka di Jabar sehingga wajib diberi apresiasi.

“Kami mewakili pelaku industri di Jabar, terus mendorong Balai Besar, bersama Disnaker Jabar untuk memperbanyak pelatihan industri di BLK di Jabar dengan pelaku industri,”tegas Benny Tunggul.

Diketahui kegiatan tersebut turut mengundang Kepala BBPVP Cevest Bekasi Herman Bija, Kepala BLK Kompetensi Jabar Acep Bambang, Kadisnaker Kota dan Kabupaten Bekasi, Ketua Kadin Kota Bekasi, serta Ketua APINDO Kota dan Kabupaten Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *