KOTA BEKASI, SwaraBekasi – Cabang olahraga Muaythai dipastikan menjadi salah satu pertarungan paling sengit di Porprov Jawa Barat 2026. Sebanyak 23 kontingen dengan total 230 atlet terbaik Jawa Barat siap naik ring, sebuah kekuatan besar yang membuat Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia Jabar, Tine Yowargana, optimistis pembinaan Muaythai Jabar kini sudah auto pilot.
Tine mengatakan, seluruh kontingen telah mempersiapkan atlet masing-masing untuk menghadapi pertandingan. Para peserta yang tampil merupakan atlet hasil seleksi Babak Kualifikasi (BK) Porprov, yakni mereka yang berhasil menembus delapan besar, serta atlet dari daerah tuan rumah yang merupakan peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON).
Menurutnya, komposisi peserta tersebut menunjukkan bahwa atlet-atlet yang akan bertanding merupakan mereka yang telah melalui proses seleksi dan memiliki kualitas kompetitif.
“Saya sangat optimistis. Pembinaan di masing-masing daerah sudah berjalan. Dari sisi teknis maupun fisik, persiapan atlet juga sudah matang,” ungkap Tine.
Ia bahkan menilai pembinaan Muaythai di Jawa Barat saat ini sudah berjalan secara mandiri dan terstruktur. Kondisi tersebut membuatnya optimistis menyebut Muaythai Jawa Barat sudah berada dalam fase auto pilot, karena masing-masing daerah telah memiliki pola pembinaan dan kesiapan atlet yang semakin baik.
“Muaythai di Jawa Barat sudah auto pilot. Pembinaan berjalan di masing-masing daerah, sehingga persiapan tidak lagi bergantung pada satu pihak. Semuanya sudah memiliki kesiapan masing-masing,” ujarnya.
Selain kesiapan atlet dan pertandingan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian serius Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat.
Tine memastikan tim medis dari Pengprov Muaythai Jabar bersama tim medis Kota Bekasi telah disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan selama pertandingan berlangsung.
Kesiapan tersebut dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku. Bahkan, sertifikasi bagi personel tim medis juga telah dipersiapkan sebagai bagian dari upaya memastikan penanganan medis dilakukan oleh tenaga yang memiliki kompetensi.
“Kami ingin memastikan seluruh atlet mendapatkan perlindungan dan penanganan medis sesuai prosedur. Keselamatan atlet menjadi perhatian utama,” tegasnya.








